Liputan6.com, Jakarta Manchester United harus menelan pil pahit di laga pembuka Premier League musim 2025/2026 usai kalah dari Arsenal di Old Trafford, Minggu (17/8/2025) malam WIB.
Blunder fatal kiper Altay Bayindir menjadi awal petaka Setan Merah, yang membuat tim tamu pulang dengan tiga poin berharga.
Pertandingan baru berjalan 13 menit ketika Arsenal memanfaatkan kesalahan Bayindir. Gagal mengantisipasi sepak pojok, sang kiper justru memberi kesempatan Riccardo Calafiori mencetak gol mudah dan membawa The Gunners unggul.
United mencoba bangkit dengan permainan agresif sepanjang laga. Bahkan Ruben Amorim memasukkan Benjamin Sesko demi menambah daya gedor. Namun, rapatnya pertahanan Arsenal membuat tuan rumah kesulitan mencetak gol penyeimbang.
Meski tidak tampil dominan, pasukan Mikel Arteta cukup solid menjaga keunggulan. Hasil ini membuat Arsenal tetap bersaing ketat di papan atas bersama Liverpool dan Manchester City sejak pekan pertama.
Bagi Amorim, laga ini jadi peringatan betapa berat tantangan yang ia hadapi di Old Trafford. Selain gagal meraih poin, manajer asal Portugal itu juga mencatat rekor buruk: Manchester United untuk pertama kalinya dalam 16 tahun kalah di laga pembuka Premier League.
Berikut lima hal yang menjadi sorotan dari laga ini selengkapnya.
Blunder Bayindir
Absennya Andre Onana menjadi sorotan utama saat susunan pemain Manchester United diumumkan. Meski sudah pulih dari cedera hamstring, kiper Kamerun itu tak masuk skuad, dan posisinya digantikan Altay Bayindir yang dipercaya turun sebagai starter.
Namun keputusan itu langsung memunculkan tanda tanya besar. Baru 13 menit berjalan, Bayindir gagal mengantisipasi umpan sudut Declan Rice. Sentuhan ringan dari William Saliba membuatnya kehilangan keseimbangan, sehingga hanya mampu menepis bola setengah hati.
Kesalahan fatal tersebut dimanfaatkan Riccardo Calafiori yang berdiri bebas di tiang jauh untuk mencetak gol mudah. Protes Bayindir soal pelanggaran pun diabaikan wasit, meninggalkan United dalam situasi sulit sejak awal laga.
Penampilan Apik David Raya
Pertandingan babak pertama Arsenal kontra Manchester United berlangsung sengit, dengan sorotan utama tertuju pada aksi dua kiper. Meski Arsenal unggul lebih dulu, United justru tampil lebih agresif dengan menciptakan peluang dua kali lebih banyak, termasuk tembakan Patrick Dorgu yang membentur tiang.
United juga berbahaya lewat serangan balik, terutama dari Bryan Mbeumo yang kerap merepotkan lini belakang Arsenal. Namun momen krusial terjadi ketika Matheus Cunha melepaskan tembakan keras setelah duel dengan Declan Rice. Bola yang hampir pasti masuk berhasil digagalkan David Raya lewat penyelamatan brilian.
Raya memang sempat terlihat goyah di beberapa kesempatan, tetapi refleksnya di momen penting, termasuk saat menepis sundulan Mbeumo di akhir laga, membuat Arsenal bisa menjaga keunggulan hingga turun minum. The Gunners masih punya banyak PR, namun satu hal yang pasti, mereka memimpin di momen penting.
Debut Kurang Mengesankan Gyokeres
Viktor Gyokeres akhirnya tampil di Old Trafford, namun bukan untuk Manchester United seperti yang sempat ramai dibicarakan sepanjang bursa transfer. Striker asal Swedia itu resmi jadi milik Arsenal sejak Juli dan menjalani debut Premier League yang masih jauh dari kata meyakinkan.
Dalam laga tersebut, Gyokeres sempat menunjukkan kekuatan fisiknya dengan menjatuhkan Matthijs de Ligt, tapi justru langsung kehilangan bola di kotak penalti lawan. Momen itu jadi gambaran bagaimana ia belum benar-benar nyetel dengan permainan Arsenal.
Arteta pun menariknya keluar tepat di menit ke-60, menggantinya dengan Kai Havertz dan Noni Madueke. Sementara di kubu United, giliran Benjamin Sesko yang mencatat debut, menambah bumbu persaingan antar pemain muda baru di laga panas ini.
Trio Lini Depan MU
Manchester United akhirnya menurunkan trisula barunya saat Benjamin Sesko masuk di 25 menit terakhir. Bersama Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, lini serang United yang bernilai total £207,5 juta itu jadi bukti area yang paling ingin diperkuat Ruben Amorim musim ini.
Cunha dan Mbeumo tampil atraktif dengan gocekan dan pergerakan cepat yang sempat membuat penonton bersorak, namun sayangnya belum ada gol yang tercipta.
Sesko pun tak banyak mendapat suplai bola sehingga sulit menunjukkan ketajamannya.