Liputan6.com, Jakarta Liga Champions adalah trofi paling bergengsi dalam sepak bola klub Eropa. Gelar ini memberi kebanggaan sekaligus status elite bagi klub yang mampu memenangkannya.
Real Madrid menjadi tim tersukses sepanjang sejarah kompetisi dengan koleksi 15 gelar. PSG menjadi juara terbaru setelah menumbangkan Inter Milan 5-0 pada final musim 2024/2025.
Musim baru 2025/2026 sudah bergulir dengan babak kualifikasi. Klub-klub besar seperti Barcelona, Bayern, dan Liverpool kembali difavoritkan melaju jauh.
Akan tetapi, tidak semua klub beruntung bisa tampil di Liga Champions. Beberapa klub justru harus menerima sanksi berat berupa larangan tampil akibat pelanggaran serius.
Berikut enam klub yang pernah dilarang tampil di Liga Champions UEFA sepanjang sejarah kompetisi.
1. Besiktas
Besiktas dijatuhi larangan tampil di kompetisi Eropa pada tahun 2013. Hukuman ini dijatuhkan oleh UEFA karena keterlibatan klub dalam kasus pengaturan skor.
Mereka sempat mengajukan banding ke CAS untuk membatalkan sanksi. Namun pengadilan olahraga tersebut menolak permintaan Besiktas.
Alhasil, mereka harus absen selama satu musim penuh dari kompetisi antarklub Eropa. Sanksi ini menjadi pukulan besar bagi sepak bola Turki.
2. Fenerbahce
Fenerbahce ikut mendapat larangan tampil pada tahun 2013. Klub raksasa Istanbul ini dijatuhi sanksi tiga tahun oleh UEFA.
Pelanggaran yang dilakukan juga terkait kasus pengaturan skor. Sama seperti Besiktas, Fenerbahce membawa kasus ini ke CAS.
CAS tetap menguatkan keputusan UEFA dalam putusannya. Klub akhirnya menerima hukuman tanpa bisa bermain di Liga Champions.
3. Juventus
Juventus tidak diizinkan tampil di kompetisi UEFA musim 2023/2024. Klub Serie A itu dijatuhi hukuman setelah dinyatakan melanggar aturan Financial Fair Play dan manipulasi laporan keuangan.
Pelanggaran tersebut terjadi dalam periode 2012 hingga 2019 menurut investigasi UEFA. Akibat sanksi ini, Juventus kehilangan hak tampil di UEFA Conference League meski seharusnya lolos melalui posisi liga.
Klub Italia itu akhirnya absen total dari semua kompetisi Eropa pada musim 2023/2024. Hukuman ini menjadi salah satu pukulan terbesar bagi raksasa Turin dalam satu dekade terakhir.
4. FK Pobeda
FK Pobeda dijatuhi sanksi delapan tahun larangan tampil pada tahun 2009. Klub asal Makedonia Utara ini terbukti terlibat kasus pengaturan skor.
Presiden klub saat itu, Aleksandar Zabrcanec, bahkan dihukum seumur hidup oleh UEFA. FK Pobeda sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Namun, CAS tetap menolak banding yang diajukan klub. Hukuman itu menjadi salah satu sanksi terberat dalam sejarah UEFA terhadap sebuah tim.
5. FK Arsenal Tivat
FK Arsenal Tivat merupakan klub terbaru yang mendapat hukuman berat dari UEFA pada Juli 2025. Klub asal Montenegro ini dilarang bermain di kompetisi Eropa selama sepuluh tahun.
Sanksi dijatuhkan karena dugaan pelanggaran regulasi disipliner UEFA pada laga melawan Alashkert FC tahun 2023. Arsenal Tivat juga didenda 500.000 euro sebagai bagian dari hukuman.
Investigasi UEFA menemukan indikasi pelanggaran serius dalam pertandingan tersebut. Klub masih memiliki hak banding ke CAS, tetapi larangan sementara langsung diberlakukan sebagai salah satu sanksi paling keras dalam beberapa tahun terakhir.