Pengunjuk rasa melakukan aksi 29 Agustus 2025 di dalam Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Aksi tersebut menuntut pengusutan tuntas kasus tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang ditabrak mobil rantis Brimob.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah, Faisol Nasar bin Madi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas di tengah situasi bangsa yang memanas akibat gelombang demonstrasi dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam kondisi yang rentan ini, mari kita semua menahan diri agar tidak terpancing atau tersulut emosi. Jangan sampai bisikan provokasi atau ajakan-ajakan yang tidak bertanggung jawab mengaburkan akal sehat kita dan merusak ukhuwah umat,” ujar Faisol dalam siaran pers, Sabtu (30/8/2025).
Ia menilai situasi semakin tegang karena benturan dalam aksi demonstrasi telah menimbulkan korban, termasuk meninggal dunia. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta maupun daerah juga turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Kondisi ini, menurutnya, membuat keadaan bangsa rapuh dan mudah tersulut emosi.
Faisol mengingatkan pentingnya narasi positif demi meredakan ketegangan. “Sebagai keluarga besar Al Irsyad, mari kita hadir dengan narasi-narasi positif. Kita bisa bergandengan tangan dengan mahasiswa, pimpinan daerah, tokoh masyarakat, maupun lapisan masyarakat lainnya untuk menjaga suasana tetap kondusif, menyejukkan, dan penuh persaudaraan,” katanya.
Ia mengutip Alquran Surat Al-Furqan ayat 63 yang menekankan sikap rendah hati dan memilih keselamatan dalam menghadapi orang-orang yang berlaku jahil. Selain itu, ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW: “Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Terkait sekolah-sekolah di bawah naungan Al Irsyad, Faisol menegaskan agar tetap menjaga suasana belajar kondusif. Jika keadaan membahayakan, keselamatan siswa menjadi prioritas utama, termasuk dengan mempertimbangkan opsi belajar dari rumah sementara waktu.
“Mari kita tetap berpegang teguh pada nilai persatuan, menjaga komunikasi yang sehat, serta mengedepankan akhlak mulia dalam setiap tindakan. Dengan kesabaran, ketenangan, dan doa, insya Allah Allah akan menjaga kita semua,” ujarnya.