Barcelona Kembali Langgar FFP, Dapat Denda Rp285 Miliar dari UEFA

1 month ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Barcelona secara resmi mendapatkan hukuman denda dari UEFA karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) untuk periode keuangan 2023 dan 2024. Barcelona tak sendirian. Chelsea, Aston Villa, AS Roma, dan Lyon juga menerima sanksi serupa.

Pengumuman ini dirilis UEFA pada Jumat (4/7/2025), sebagai bagian dari upaya untuk menegakkan regulasi keuangan yang lebih ketat di sepak bola Eropa. Berdasarkan laporan situs resmi UEFA, rincian denda yang dibebankan kepada masing-masing klub beragam.

Barcelona didenda 15 juta euro (sekitar Rp285 miliar), setelah sebelumnya berhasil menegosiasikan pengurangan sanksi dari potensi 60 juta euro. Chelsea didenda 20 juta euro (sekitar Rp381 miliar), dengan tambahan potensi denda bersyarat hingga 60 juta euro (Rp1,14 triliun) bila gagal memenuhi target keuangan pada masa depan.

Lalu, Lyon dihukum denda 12,5 juta euro (sekitar Rp238 miliar), dengan ancaman denda tambahan bila tidak memenuhi target keuangan yang ditetapkan. Setelah itu ada Aston Villa yang didenda 11 juta euro (sekitar Rp209 miliar), meskipun telah berupaya menghindari pelanggaran lebih berat dengan menjual tim wanita mereka. Terakhir, AS Roma didenda tiga juta euro (sekitar Rp57 miliar), dengan klub ini berada di bawah pengawasan ketat UEFA terkait kesepakatan penyelesaian yang telah ditandatangani sebelumnya.

Pelanggaran ini terutama terkait dengan aturan Squad Cost Ratio (SCR) UEFA, yang menetapkan batas rasio pengeluaran skuad sebesar 80 persen dari pendapatan klub untuk tahun 2024, yang akan diperketat menjadi 70 persen pada 2025.

Chelsea dan Aston Villa, misalnya, dilaporkan melanggar batas ini setelah UEFA tidak mengakui pendapatan dari penjualan aset seperti tim wanita kepada perusahaan terkait. Itu menjadi celah yang sebelumnya dimanfaatkan untuk mematuhi aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) Liga Inggris.

Barcelona, yang telah menghadapi masalah keuangan berkepanjangan, berhasil mengurangi potensi denda besar dengan bernegosiasi langsung dengan UEFA, memanfaatkan argumen bahwa status klub milik suporter membatasi kemampuan mereka untuk meningkatkan keuntungan. Namun, juara Liga Spanyol 2024-2025 tersebut tetap harus mematuhi aturan keuangan yang ketat untuk menghindari sanksi lebih lanjut.

Sementara itu, Lyon, yang tengah menghadapi masalah keuangan, dan AS Roma, yang berada di bawah pengawasan ketat UEFA sejak 2022, juga tidak luput dari sanksi. AS Roma diharuskan mencatatkan keuntungan modal tertentu untuk menghindari pembatasan transfer lebih lanjut.

UEFA menyatakan bahwa kelima klub telah menyetujui kesepakatan penyelesaian yang mencakup periode pemantauan selama dua hingga empat tahun, dengan ancaman sanksi tambahan termasuk pembatasan pendaftaran pemain untuk kompetisi Eropa bila target keuangan tidak tercapai. Langkah UEFA ini menunjukkan komitmen mereka untuk menegakkan disiplin keuangan di antara klub-klub Eropa.

sumber : Antara

Read Entire Article