
Data survei Tom Tom Index 2024 yang dikeluarkan pada bulan Januari 2025 mencatat Bandung berada di peringkat ke-90 kota termacet di dunia. Sementara di negara ASEAN, Bandung tercatat menduduki peringkat ke-2 kota termacet.
Kemacetan di Bandung kerap kali terjadi pada waktu berangkat dan pulang kerja. Dari pantauan kumparan di Jalan Pasteur pada Kamis (3/7) malam, kemacetan mulai terjadi pukul 19.45 WIB hingga 20.30 WIB.
Tampak antrean kendaraan yang mengular dari Jalan Layang Pasupati hingga gerbang Tol Pasteur. Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan kendaraan melambatkan laju kecepatan hingga 20 Km/jam.
Di tengah kemacetan, sebuah unit ambulans nampak kesulitan untuk bergerak karena terhalangi oleh mobil di sekitarnya.

Jalan Pasteur memang dikenal sebagai Jalan utama di Kota Bandung yang menjadi akses menuju Tol Cipularang dan Kota Cimahi. Jalan ini sering kali mengalami kemacetan setiap harinya.
Hal serupa terjadi di Jalan Setrasari. Terlihat antrian kendaraan yang hendak menuju Jalan Pasteur. Beberapa pengendara sepeda motor terlihat memilih lewat trotoar untuk menghindari kemacetan. Bahkan terdapat dua orang pengendara sepeda motor yang memutuskan untuk lawan arah.
Tanggapan Pemerintah
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi angkat bicara atas kemacetan yang sering terjadi di Kota Bandung.
"Ya, antisipasi memang, biasanya memang yang banyak itu di weekend ya, weekend sama long weekend . Kalaupun pagi, hari biasa itu paling jam kerja aja. Jam kerja itu antara pukul 07.00 sampai pukul 08.00, sore jam 16.00 sampai jam 20.00 WIB," tutur Rasdian saat dikonfirmasi, Selasa (1/7).
“Kita memanfaatkan semua daya manusia yang ada, artinya tempat-tempat tertentu dipasang itu nanti tenaga pengatur ya, personel gitu, Dishub, termasuk jajaran yang lain, itu salah satunya itu yang paling mudah ke sana, yang sederhana gitu,” tambah dia.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung tengah merencanakan angkot pintar yang akan mulai diuji publik pada tahun ini dan bisa digunakan paling lambat pada tahun 2029.
Setiap unit angkot nantinya akan dilengkapi dengan layar digital, sistem koneksi melalui kartu SIM serta kemampuan pemantauan posisi secara real time. Pengguna cukup membuka aplikasi, memilih titik penjemputan dan menunggu kendaraan datang mirip seperti memesan ojek online.