Liputan6.com, Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Sambo Seluruh Indonesia (PP Persambi) memastikan siap menggelar Kejuaraan Dunia Beladiri Sambo Remaja dan Junior 2025. Persiapan event yang akan berlangsung di di JSI Resort Megamendung, Bogor, Jawa Barat pada 1 sampai 6 Oktober 2025 mendatang itu masih on the track.
Ketua Persambi Krisna Bayu menyampaikan, sampai kini persiapan tidak ada masalah berarti. Para pengurus, menurut dia, telah bekerja maksimal untuk menyukseskan kejuaraan tersebut.
“Kami sudah bekerja lama untuk mempersiapkan kejuaraan dunia ini dan kita memang fight untuk menjaga kehormatan bangsa,” kata Krisna Bayu saat konferensi pers tentang Kejuaraan Dunia Beladiri Sambo di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Federasi beladiri sambo internasional (FIAS) juga mensupport kejuaraan ini. Bahkan. FIAS akan memberikan bantuan untuk matras, baju hingga pelindung kepala untuk pertandingan nanti. Kini, pihaknya menunggu arahan dan bantuan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Kami Persambi adalah organisasi yang dilindungi oleh Undang-undang. Merupakan tanggung jawab saya untuk meminta bantuan pemerintah. Kami sudah meminta audiensi ke pemerintah, mungkin dalam waktu dekat akan diagendakan,” ungkap Bayu.
Kedekatan Indonesia dengan Rusia
Keyakinan Bayu itu tumbuh mengingat pergelaran olahraga bela diri sambo ini akan menjadi pembuktian nyata dari kerja sama Indonesia dan Rusia khususnya dalam bidang olahraga yang ditandatangani ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke negara tersebut.
Karenanya, bila Kejuaraan Dunia SAMBO di Indonesia nanti berjalan sukses, maka hubungan Indonesia dengan Rusia akan bertambah erat.
Melihat hubungan baik Presiden Prabowo dan Presiden Putin, perlu ada dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk terus mensupport olahraga beladiri Sambo, termasuk Kejuaraan Dunia Sambo mendatang.
Peserta 500 Atlet
Bahkan Bayu juga akan segera melakukan kunjungan ke Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov untuk membicarakan masalah kejuaraan dunia bela diri Sambo dan perkembangan olahraga asal Rusia itu di Indonesia.
“Kami sudah berkirim surat ke Kedubes Rusia namun karena Pak Dubes masih di Rusia maka belum bisa bertemu. Namun akan diagendakan pertemuan dalam waktu dekat untuk membicarakan kejuaraan dunia nanti,” ujar Bayu.
Kejuaraan dunia ini diharapkan akan diikuti 500 peserta dai 60-80 negara. Hingga awal Agustus 2025 ini negara yang sudah melakukan konfirmasi, antara lain Filipina, Azerbaijan, Kazakshtan, Armenia, Belanda dan Rumania.
“Dari negara itu saja sudah lebih 200 atlet plus ofisial yang hadir. Kami masih menunggu negara-negara lain untuk mendaftar lewat federasi internasional,” kata Bayu yang didampingi Sekjen PP Persambi Arnold Silalahi dan Wakil Sekjen Budi.
Mengenai atlet Indonesia, pihaknya sudah menjalankan program seleksi di Padang bulan lalu. Hanya saja, sejauh ini belum dipanggil menjalani pelatnas lantaran masih menunggu anggaran dari pemerintah.
“Sekarang masih desentralisasi. Nanti sebulan jelang penyelenggaraan kejuaraan dunia, akan tersentralisasi sambil menunggu anggaran,” ujar Krisna Bayu.
“Kita harapkan dapat medali di kejuaraan dunia nanti. Kita juga rapat dengan FIAS di Singapura lalu, hasil rapay akan ada tambahan tujuh nonor putri combat yang dipertandingkan. Jadi masih ada peluang kita untuk combat meraih medali,” kata Arnold.
Prestasi Sambo Indonesia
Dalam beladiri sambo ada dua divisi, yaitu sport dan combat. Untuk sport fokus hanya pada bantingan, kuncian dan patahan. Sedangkan combat meliputi pukulan dan tendangan. “Seperti MMA (tarung bebask, tapi menggunakan protektor,” ungkapnya.
Perkembangan olahraga bela diri sambo di dunia termasuk luar biasa. Apalagi Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan atlet sambo yang andal. Untuk tingkat dunia, muncul Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev atlet bela diri sambo yang menjadi juara dunia MMA.
Olahraga beladiri sambo sendiri mulai mucul di Indonesia sejak 2007. Namun mengalami kevakuman hingga delapan tahun. Pada 2015, Krisna Bayu mengambil alih dengan membentuk organisasi beladiri sambo bernama PP Persambi.Sejak menangani olahraga beladiri asal Rusia tersebut, banyak prestasi yang telah ditorehkan Indonesia.
Pada SEA Games 2019, cabang olahraga sambo menyumbangkan beberapa medali emas untuk Indonesia. Dua medali emas disumbangkan oleh Fajar dan Ridha Ridwan.