Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengakui gelombang aksi demo yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak terhadap perkembangan perekonomian nasional.
Meski begitu, Haryo menegaskan pondasi ekonomi Indonesia masih kuat dan tetap berupaya menjaga kepercayaan investor.
“Pemerintah sangat menghargai hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Kondisi seperti saat ini tentu dapat menimbulkan dampak bagi ekonomi seperti terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat ataupun sentimen pasar,” ujar Haryo kepada kumparan, Sabtu (30/8).
Haryo mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah mengembalikan stabilitas keamanan dan memastikan situasi segera kembali kondusif. “Kondisi sosial politik dan keamanan yang stabil adalah prasyarat utama agar ekonomi tumbuh,” kata Haryo.
Haryo menyebut pertumbuhan ekonomi saat ini masih berada di jalur positif dengan sejumlah indikator utama menunjukkan ketahanan, mulai dari inflasi yang terkendali, nilai tukar yang stabil, hingga neraca perdagangan yang terus mencatat surplus.
"Indikator-indikator utama seperti inflasi terkendali, nilai tukar stabil, dan neraca perdagangan yang konsisten surplus, dan konsumsi domestik yang masih kuat menunjukkan daya tahan ekonomi kita. Hal ini yang diharapkan dan menjadi parameter untuk para investor,” jelas Haryo.
Dia menambahkan, pemerintah bakal terus menjaga komunikasi aktif dengan pelaku usaha. “Pemerintah terus berkomunikasi aktif dengan para investor untuk memastikan bahwa investasi tetap berjalan sesuai rencana,” tegas Haryo.
Haryo meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi yang berkembang. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan optimisme agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.
"Kami mengimbau semua pihak untuk mempercayakan kepada pemerintah, tetap tenang, dan optimistis mempertahankan roda perekonomian agar terus berputar, sehingga lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” tutur Haryo.