
Sakit kepala sinus adalah salah satu gejala dari infeksi sinus atau sinusitis. Dilansir dari Cleveland Clinic, rasa nyeri biasanya muncul di belakang mata, tulang pipi, dahi, atau pangkal hidung. Nyeri ini bisa terasa tumpul, konstan, dan semakin parah ketika kepala digerakkan tiba-tiba atau saat membungkuk.
Biasanya, sakit kepala sinus akan hilang setelah infeksi sinus sembuh. Namun, jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Infeksi sinus terjadi ketika bakteri atau virus berkembang biak di rongga sinus yang tersumbat lendir. Kondisi ini membuat jaringan sinus membengkak dan memicu nyeri di wajah. Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi sinus antara lain flu biasa, alergi musiman, merokok, polip hidung, septum menyimpang, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, dan dalam beberapa kasus diperlukan pencitraan seperti rontgen atau CT scan untuk memastikan adanya sumbatan. Menariknya, penelitian menunjukkan sekitar 80 persen orang yang mengira menderita sakit kepala sinus sebenarnya mengalami migrain, karena gejalanya mirip.
Untuk pengobatan, infeksi bakteri pada sinus dapat ditangani dengan antibiotik, sementara infeksi virus biasanya sembuh dengan sendirinya. Menjaga kesehatan sinus dengan menghindari pemicu alergi, berhenti merokok, serta memastikan imunisasi dan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah sakit kepala sinus berulang. (H-1)