
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti persoalan konektivitas transportasi publik yang dinilainya belum menyeluruh meski cakupan jaringan sudah mencapai 91 persen.
Hal itu disampaikan Pramono saat meresmikan rute baru Transjabodetabek Bekasi–Dukuh Atas di Halte TransJakarta Galunggung, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/7). Hadir sejumlah pejabat dalam kegiatan itu termasuk Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza.
“Tadi saya berdiskusi dengan Bapak Dirut Transjakarta, memang kenaikan itu signifikan, orang yang menggunakan transportasi umum. Walaupun konektivitas kita sebenarnya sudah 91 persen, tapi belum digunakan secara maksimal,” kata Pramono.

Ia menargetkan penggunaan Transjabodetabek dapat menembus angka di atas 31 persen pada akhir tahun 2025. Jika target ini tercapai, pemerintah provinsi akan menyusun strategi penanganan kemacetan dengan lebih terarah.
“Saya menargetkan dengan Bapak Dirut Transjakarta, mudah-mudahan di akhir tahun ini bisa di atas 31 persen,” ujar Pramono.
“Kalau itu bisa dilakukan, maka perencanaan ke depan untuk mengatasi kemacetan akan kita lakukan lebih detail lagi,” lanjutnya.
Menanggapi rencana pembukaan rute baru ke depan, Pramono menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Ia menekankan pentingnya integrasi antardaerah dalam pengembangan transportasi publik.

“Jadi kita akan lakukan evaluasi, karena masing-masing daerah sekarang ini sudah kita konektivitaskan. Baik itu Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, Bekasi, dua trayek baru, yaitu Bekasi ke Cawang, kemudian Bekasi ke Dukuh Atas. Memang semua ini kita simulasi sebelumnya, kita hitung kepadatan yang ada,” ungkap Pramono.
Ia menambahkan, dengan bertambahnya konektivitas, warga dari kawasan penyangga akan semakin terdorong untuk beralih menggunakan transportasi publik ke Ibu Kota.

“Yang paling penting adalah, seperti yang juga tadi disampaikan Pak Wali Kota [Bekasi], orang dari daerah, terutama daerah pendukung itu ke Jakarta, sekarang akan lebih aman, lebih nyaman menggunakan kendaraan transportasi publik."
“Sehingga dengan demikian, konektivitas ini harapannya bisa membantu masyarakat dari mana pun ke Jakarta, mereka bisa menggunakan transportasi publik. Dan mudah-mudahan nanti KRL [Bekasi] yang ke Tanah Abang sebentar lagi juga akan diresmikan,” tutur Pramono.
“Harapannya adalah akan betul-betul konektivitas itu menjadi lebih baik. Dan kalau itu bisa dilakukan, saya yakin maka kemacetan baik di Jakarta, maupun di daerah-daerah Bekasi, Depok, Bogor dan sebagainya akan terjadi pengurangan,” tutupnya.