
SEKITAR pukul 18.30 WIB, Sabtu (30/8), Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, tepat di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, mendadak ramai. Bentrokan kembali pecah setelah massa menembus barisan prajurit TNI yang berjaga di depan markas tersebut.
Massa melempari aparat dengan botol, batu, petasan, hingga kembang api sehingga situasi menjadi tak terkendali. Prajurit TNI yang sebelumnya berada di barisan depan terpaksa mundur, kemudian kepolisian mengambil alih dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.
Massa pun berusaha melawan dengan kembali menyalakan petasan dan melemparkan benda ke arah aparat. Namun, kepulan gas air mata memukul mundur mereka.
Hingga pukul 19.00 WIB, aparat Brimob terus mengintensifkan upaya pembubaran massa dengan tembakan gas air mata. Meski demikian, sebagian demonstran tetap bertahan dan sesekali membalas dengan lemparan batu serta kembang api ke arah petugas.
Suasana jalan dipenuhi kepulan gas air mata, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengendalikan massa yang belum sepenuhnya bubar.
Unjuk rasa tersebut merupakan lanjutan dari aksi protes terhadap insiden kendaraan taktis (rantis) brimob yang melindas pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, hingga meninggal dunia di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam. (Ant/P-2)