Mereka Tak Pernah Minta Balasan dan Kita Terlalu Sibuk untuk Berterima Kasih

1 month ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Tak semua bisa kita balas, tapi hadir adalah bentuk cinta yang sederhanadan berarti. Ilustrasi by AITak semua bisa kita balas, tapi hadir adalah bentuk cinta yang sederhanadan berarti. Ilustrasi by AI

Di antara notifikasi yang tak pernah berhenti, tugas kuliah yang menumpuk, dan rutinitas yang seperti tak ada ujungnya, kita lupa berhenti sejenak. Bukan untuk rehat, tapi untuk mengingat: bahwa ada dua sosok yang jadi alasan mengapa kita bisa sampai sejauh ini—orang tua. Mereka tidak pernah minta dibalas. Tak pernah menagih apa pun. Tapi justru kepada mereka, kita paling sering gagal melakukan hal paling sederhana: mengucapkan terima kasih.

Cinta yang Tidak Pernah Ditagih

Cinta orang tua itu sunyi. Tidak banyak kata, tidak banyak permintaan. Mereka mencintai sebelum kita belajar bicara. Mereka memberi bahkan ketika mereka sendiri kekurangan.

Mereka tak menuntut, dan mungkin itu yang membuat kita abai. Karena mereka tidak marah saat kita lupa menelepon. Tidak protes ketika kita menunda pulang. Tidak kecewa terang-terangan ketika kita tak sempat bertanya, “Ayah, Ibu, sehat-sehat aja, kan?”

Padahal dalam Al-Qur’an, perintah berbuat baik pada orang tua datang sejajar dengan perintah menyembah Allah. Allah berfirman:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu…”
(QS. Al-Isra: 23)

Karena Mereka Selalu Ada, Kita Merasa Mereka Akan Terus Ada

Kita menunda-nunda kabar karena merasa mereka akan tetap menunggu. Kita anggap kehadiran mereka itu otomatis. Padahal waktu tidak akan menunggu.

Masih dalam ayat yang sama, Allah memperingatkan:

"Jika salah satu di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada mereka perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak mereka…”

Kata “uffin” dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan sebagai bentuk rasa tidak hormat paling ringan, bahkan hanya berupa keluhan kecil. Artinya, kalau keluhan pun sudah dianggap durhaka, bagaimana dengan sikap diam kita yang seringkali dingin?

Mereka Tidak Banyak Bicara, Tapi Mereka Merasa

Orang tua jarang mengeluh. Mereka menyimpan rindu dalam diam. Tidak pandai merangkai pesan panjang, apalagi mengekspresikan rasa kecewa.

Namun bukan berarti mereka tidak merasa.

Mereka hanya ingin didengarkan. Dianggap penting. Dihargai bukan karena mereka pernah besar, tapi karena mereka masih ada. Dalam sunyi mereka, mereka menunggu—bukan barang atau uang, tapi sapaan, perhatian, dan pelukan sederhana.

Seperti sabda Rasulullah SAW:

Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua dan murka Allah tergantung kepada murka orang tua.”

(HR. Tirmidzi)

Jangan Tunggu Mereka Tiada

Kita tidak bisa membalas semua yang mereka beri. Tapi kita bisa hadir. Bisa menelepon. Bisa pulang. Bisa bertanya, “Sudah makan belum, Bu?” "Bisa sesekali ngajak ngobrol lebih lama, atau dengerin cerita mereka tanpa buru-buru."

Kita bisa mengucapkan terima kasih, selagi mereka masih bisa mendengarnya.

Karena nanti, saat mereka sudah tiada, semua hal sederhana itu akan terasa sangat mahal. Kita mungkin akan berdiri di pusara sambil berkata dalam hati, “Maaf, belum sempat bilang terima kasih.”

Orang tua tidak pernah menuntut apa-apa. Tapi bukan berarti mereka tidak ingin dicintai kembali. Jangan tunggu mereka pergi untuk menyesal. Ucapkanlah hari ini. Tunjukkanlah hari ini.

Karena cinta mereka bukan untuk ditukar, hanya untuk dihargai.

Read Entire Article