NBRI: Indonesia Tertinggal Vietnam Soal Hilirisasi Ekosistem Mobil Listrik

1 month ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 VinFastMobil Listrik VinFast VF 3 tiba di Indonesia. Foto: VinFast

Peneliti sekaligus Founder National Battery Research Institute (NBRI) Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini menilai bahwa proyek hilirisasi nikel melalui pembangunan pabrik baterai Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama CATL terbilang terlambat.

“Saya berpendapat ini sedikit terlambat. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Harusnya IBC lakukan dari beberapa tahun lalu,” ucap Prof. Evvy saat dijumpai di Jakarta Selatan belum lama ini.

Evvy melanjutkan, Vietnam sudah lebih maju dibanding Indonesia perihal hilirisasi ekosistem elektrifikasi kendaraan, khususnya dalam hal produksi mobil listrik. Padahal, Vietnam tidak memiliki sumber daya nikel sebagai material utama baterai NCM (Nikel Cobalt Manganese) atau disebut juga Lithium-ion.

 Fitra Andrianto/kumparanSuasana pabrik VinFast di Hai Phong, Vietnam. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Kemampuan Vietnam dalam merealisasikan kendaraan listrik nasional dengan komponen lokal yang tinggi mampu terselesaikan dalam tiga tahun, mulai dari pembuatan pabrik baterai hingga manufaktur kendaraan.

“Kalau belajar dari Vietnam, tiga tahun sudah selesai (pembangunan ekosistem produksi EV). Mereka produksi mobil baterainya dari mereka, mobil listriknya dibuat dari mereka. Padahal Vietnam enggak punya nikel,” jelasnya.

“Kalau Vietnam bisa, kenapa Indonesia enggak bisa? Indonesia kan negaranya lebih besar. Kita penghasil nikel terbesar di dunia,” imbuh Evvy.

Terlalu Banyak Perizinan

Adapun perbandingan antara Vietnam dan Indonesia terkait perizinan. Menurut Evvy, perizinan investasi di Indonesia memerlukan koordinasi dengan banyak pihak.

Mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk aktivitas tambang, Kementerian Perindustrian untuk mendirikan pabrik baterai, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) perihal daur ulang material.

“Kita terlalu banyak aturan yang dikeluarkan di setiap kementerian. Saran saya, seharusnya ada kementerian koordinasi yang ngurusin baterai ini. Sekarang sudah ada Satgas Hilirisasi, itu sudah bagus sebagai yang memimpin semuanya,” terang Prof. Evvy.

 Fariza Rizky Ananda/kumparanPresiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Ekosistem Baterai EV RI-China Senilai Rp 96 T. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Ia khawatir apabila terlalu banyak pihak yang terlibat untuk perizinan, maka investor berpotensi untuk mundur. Sebab, akan memakan biaya lebih banyak daripada hanya melalui satu pintu.

“Harus satu komandonya. Kalau perizinan sulit dan terlalu banyak tempat, nanti investor akan mundur. Karena investor concern soal cost. Misal 10 meja, artinya biayanya juga 10. Investor rugi. Makanya akhirnya mereka lari ke Vietnam,” katanya.

“Indonesia harus belajar dari Vietnam. Itu kenyataan ya. Itu kenyataan,” tutup Evvy tegas.

Saat ini di Indonesia sudah beredar mobil listrik asal Vietnam yakni VinFast, produsen EV besutan VinGroup. Bahkan, perusahaan taksi XanhSM yang menggunakan produk VinFast sudah beroperasi di Tanah Air.

Prof. Evvy menyampaikan harapannya agar Indonesia bisa memiliki industri elektrifikasi dari hulu ke hilir, mulai dari produksi baterai hingga menjadi produk kendaraan listrik. Sehingga, tercipta mobil listrik Indonesia, pakai baterai Indonesia, dan material dari Indonesia.

Read Entire Article