Liputan6.com, Jakarta Emtek Group kembali dipercaya menjadi pemegang hak siar kompetisi sepak bola kasta tertinggi tanah air untuk kampanye 2025/2026.
Tampil dengan wajah baru usai berganti nama dari BRI Liga 1 menjadi BRI Super League, ajang ini dijadwalkan bergulir mulai Jumat (8/8/2025) mendatang.
Total 18 tim diagendakan bersaing dalam perhelatan liga paling bergengsi Indonesia musim ini. Sebanyak 306 pertandingan hadir sepanjang 34 pekan, dengan semuanya disiarkan secara eksklusif oleh Emtek melalui Indosiar, Vidio, Nex Parabola, dan Sin Po TV.
Khusus tayangan melalui platform Vidio, pemegang hak siar BRI Super League 2025/2026 berambisi menyuguhkan pengalaman lebih interaktif buat penonton.
Hal itu mengingat platform OTT tersebut memang punya keunggulan mampu menawarkan aktivitas dua arah kepada pemirsa berkat keberadaan fitur live chat.
Direktur Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad pun menjelaskan, karakteristik ini nantinya bakal lebih ditonjolkan dalam tayangan musim ini demi meningkatkan pengalaman fans ketika menyaksikan Super League.
Di samping bisa berinteraksi dengan pemirsa lain, penggemmar juga dimungkinkan melakukan aktivitas belanja merchandise klub kesayangan sembai menikmati siaran laga.
"Sebenarnya menonton di Vidio itu punya kelebihan tidak hanya satu arah, tetapi dua arah. Jadi di situ kita bisa live chat, kasih masukan, dan sebagainya. Itu yang kita akan manfaatkan,"ujar Direktur SCM Harsiwi Achmad dalam konferensi pers di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (3/8/2025) sore WIB.
"Juga (penonton) nantinya bisa belanja. Pada saat nonton, (mereka) bisa belanja jersey (tim). Jadi nanti interaksinya akan makin kita tingkatkan," tambahnya.
BRI Super League 2025/2026 akan segera dimulai, dan kabarnya EMTEK telah menyiapkan sejumlah pembaruan besar untuk musim ini! Mulai dari peningkatan kualitas siaran, inovasi digital, hingga kemungkinan perubahan format tayangan, semua demi pengalaman...
Aktivasi Lewat Nobar
Tak hanya meningkatkan interaktivitas, Emtek Group juga ingin lebih menambah semarak gelaran BRI Super League 2025/2026 lewat acara nobar di beberapa kota.
Menggandeng Sobat Militan, pemegang hak siar liga mewacanakan adanya aktivitas nonton bareng di lapangan, bioskop-bioskop daerah, hingga destinasi wisata seperti Ancol.
"Sebelumnya mungkin nobar hanya untuk orang yang minta izin. Tapi nanti akan kita perbanyak. Kita ini punya sobat militan. Sobat militan itu adalah nobar yang diselenggarakan Indosiar. Itu nanti kita akan perbanyak kota-kotanya," papar Harsiwi Achmad dalam konferensi pers Minggu (3/8/2025).
"Kita juga ada rencana lagi untuk melakukan nobar di bioskop-bioskop daerah. Karena ada bioskop-bioskop daerah yang memutar film-film daerah. Nah, kita akan jajaki itu untuk nobar, sehingga nanti gaung dari BRI Super League ini makin hari makin luas.
"Termasuk kemarin untuk Persija, kami ngobrol juga dengan Ancol agar kita bisa (gelar) nobar di Ancol. Ini semuanya masih dalam penjajakan, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa conclude untuk memperbanyak nobarnya," tambah Direktur SCM.
BRI Kembali Jadi Sponsor Utama
Tak hanya menggandeng Emtek sebagai pemegang hak siar, ajang Super League musim ini juga berhasil mendapat kepercayaan lagi BRI yang kembali menjadi sponsor utama. Ini menandai kali kelima BRI memegang peranan tersebut dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.
Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, berlanjutnya kerja sama antara BRI dan liga tanah air salah satunya disdasari oleh pandangan bahwa Super League bisa menjadi sarana efektif untuk meningkatkan exposure layanan BRI.
Apalagi dari segi ekonomi, perhelatan ini juga berpotensi mendorong terjadinya perputaran ekonomi hingga lebih dari Rp10,5 triliun.
"Beberapa hal yang menjadi alasan BRI menjadi titel sponsor dan kembali untuk yang kelima di tahun 2025/2026 ini, yang pertama, tentunya kompetisi Super League dapat menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk meningkatkan exposure layanan dan produk BRI," ujar Direktur Utama Hery Gunardi dalam konferensi pers pada Minggu (3/8/2025).
"Kedua adalah dari sisi ekonomi. Di tempat kami itu ada yang namanya BRI Research Institute. Mereka melakukan kajian pada tahun 2024 dan menunjukkan bahwa penyelenggaraan liga ini berpotensi (membuat terjadinya) perputaran ekonomi hingga lebih dari Rp10,5 triliun."
"Alasan ketiga, BRI berharap kompetisi BRI Super League ini dapat ikut mendorong kemajuan sepak bola nasional, mencetak lebih banyak lagi talenta muda berbakat (yang) membawa prestasi Indonesia ke level yang lebih tinggi di kancah internasional," tambahnya.