
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat memastikan langkah cepat dalam pemulihan sejumlah titik infrastruktur yang rusak
imbas unjuk rasa yang terjadi pada Jumat (29/8). Itu dilakukan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Berdasarkan data, beberapa titik kerusakan terjadi di Jalan Diponegoro dan Jalan Ir Juanda (Dago). pun untuk kerusakan taman masih dalam pendataan.
Selain itu, terdapat pula bangunan lain yang terdampak, antara lain satu bangunan bank, satu kantor sekuritas di Jalan Juanda dekat belokan Jalan Sulanjana, kemudian rumah makan Sambara, dua rumah warga, serta satu gedung cagar budaya, yaitu Museum Parlemen atau MPR RI yang dititipkan kepada pemerintah di Jawa Barat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau sejumlah titik aksi Sabtu (30/8), memperkirakan total nilai kerugian cukup besar. Namun, Pemkot Bandung bersama pihak terkait masih menghitung secara rinci.
"Kami memastikan perbaikan segera difokuskan pada fasilitas umum yang mendesak. Selain jalan, kami akan segera memperbaiki traffic light yang mati atau dirusak. Semua harus kembali berfungsi karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.
Menurut dia, Pemkot Bandung bersama aparat terkait bergerak cepat melakukan penanganan. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah pusat, terutama Sekretariat Jenderal MPR RI selaku pemilik gedung cagar budaya, serta bersama pihak kepolisian, TNI, dan Forkopimda Kota Bandung maupun Jawa Barat.
“Kota Bandung secara fisik memang terkoyak akibat kejadian ini, tetapi saya yakin secara jiwa, Kota Bandung dan warganya tidak akan pernah terkoyak. Kita akan selalu bersama. Insyaallah, ini menjadi pelajaran berharga bagi kami yang mengelola pemerintahan agar sungguh-sungguh mendengar aspirasi masyarakat,” terangnya.
Farhan berharap upaya ini dapat memulihkan kembali Kota Bandung. Di luar itu, Pemkot Bandung juga menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Farhan juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Suplai bahan makanan pokok masih tersedia dengan sangat baik, baik di pasar tradisional maupun retail modern. Tidak ada kelangkaan pangan,” imbuhnya.
Di tengah situasi tersebut, Farhan menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya. Ia menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama.
"Pertama, kami berduka atas wafatnya almarhum Affan (driver ojek online) di Jakarta. Kedua, kami memahami kemarahan dan frustrasi para pengunjuk rasa. Dan kami berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai introspeksi bagi para pengelola daerah dan negara untuk benar-benar memperhatikan suara rakyat," sambungnya.(AN/P-2)