Pemprov DKI Jakarta mencatat sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat kericuhan yang terjadi imbas demo pada Jumat (29/8) malam. Kerusakan tersebut meliputi halte TransJakarta, stasiun MRT, puluhan CCTV, serta fasilitas umum lainnya.
Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, ada 25 unit CCTV yang terdampak.
“CCTV ada 25, CCTV yang rusak karena kondisi kemarin,” kata Budi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8).
Budi menjelaskan kerusakan CCTV tersebar di sejumlah titik, termasuk salah satunya di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Meski begitu, ia menegaskan narasi bahwa CCTV di Jakarta mati saat demo berlangsung itu tidak benar.
“Enggak, CCTV kita malah on semua saat itu. Ya, hanya waktu itu ada beberapa yang kena vandalisme, kan, di beberapa tempat,” jelas Budi.
“Awalnya beberapa CCTV memang ada pemadaman dari PLN karena memang kondisi listriknya. Setelah itu hidup lagi semuanya, dan setelah itu ada 25 yang rusak,” lanjutnya.
Selain kerusakan CCTV, Budi juga mengungkapkan MRT Jakarta melaporkan kerugian mencapai miliaran rupiah.
“Laporan dari MRT juga, tadi MRT sudah memberikan laporan ada kerugian sekitar Rp 2,9 miliar, kalau MRT, ya,” kata dia.
Budi menambahkan, meski sejumlah fasilitas masih dalam proses perbaikan, layanan publik tetap berjalan normal.
“Ya, ini masih berproses semua, kan. Yang penting pelayanan publiknya sudah jalan. Tapi untuk selesainya itu, kan, masih berproses semua,” tuturnya.
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.