Massa berkumpul di depan Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (30/8) malam. Mereka menuntut sejumlah orang yang diamankan polisi saat demonstrasi di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (30/8) sore, untuk dibebaskan.
Pantauan di lokasi, sekitar pukul 19.42 WIB, massa telah berkumpul dan memblokade Jalan Gubernur Suryo.
Terlihat hanya personel TNI yang berjaga di depan Gedung Grahadi. Tidak ada polisi atau kawat berduri yang dipasang di depan Gedung Grahadi.
"Bebaskan kawan kami, bebaskan kawan kami," teriak massa.
Tak lama, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Rudy Saladin, beserta anggotanya mendatangi massa aksi. Aparat TNI lainnya meminta massa untuk duduk bareng di tengah Jalan Gubernur Suryo.
Setelah itu, Rudy mengajak diskusi bersama massa. Ia menyampaikan pihaknya bakal mencarikan solusi massa yang diamankan di Polrestabes Surabaya.
"Saya tidak ke mana-mana, di dalam sudah tidak ada siapa-siapa, hanya ada adik-adik, saya, dan teman-teman TNI," kata Rudy saat menemui massa di Jalan Gubernur Suryo, Sabtu (30/8).
"Saya akan bantu carikan solusi, saya akan berbicara dan menemui teman-teman di Polrestabes Surabaya," tambahnya.
Hingga kini, massa masih bertahan di depan Gedung Grahadi Surabaya.
Sebelumnya, demo di depan Mapolrestabes Surabaya, ricuh, Sabtu (30/8) sore. Massa saling lempar dan berhamburan.
Polisi terlihat mengamankan sejumlah pendemo satu per satu dan digiring masuk ke Mapolrestabes Surabaya.
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, demonstrasi sebaiknya dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.