Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah peristiwa humaniora yang terjadi selama sepekan ini. Beberapa peristiwa berikut bisa dibaca kembali dan menjadi renungan bagi sesama sebelum mengawali aktivitas di pekan depan.
1. Menag ajak tokoh agama tenangkan umat agar tak terprovokasi
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menenangkan umat agar tidak terprovokasi, menanggapi unjuk rasa yang berujung aksi perusakan di sejumlah daerah.
"Saya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terus terjaganya kohesivitas sosial. Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi," ujar Nasaruddin.
2. MUI minta aparat kedepankan pendekatan persuasif saat amankan demo
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat mengedepankan pendekatan yang persuasif saat mengamankan demo dan mengikuti arahan yang telah diberikan Presiden Prabowo Subianto.
"Kepada para aparat, lakukan langkah-langkah pengamanannya itu yang persuasif. Saya kira aparat juga sudah melakukan langkah-langkah itu. Oleh karena itu, tolong rasa kesabaran ditingkatkan, dan emosinya itu harus ditahan," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Masduki Baidlowi.
3. Muhammadiyah minta semua pihak menahan diri, elit politik agar lebih sensitif
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta agar semua pihak menahan diri dan menghentikan semua bentuk tidak kekerasan, sekaligus mengimbau kepada para elit politik untuk lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat.
"Agar para elit politik, para pejabat negara, anggota legislatif, dan para pengambil kebijakan lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat dengan perilaku yang santun, kesederhanaan, dan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat. Kami meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
4. Turut berduka, Rais Aam PBNU serukan kedamaian pascatragedi driver ojol
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyerukan kedamaian dan meminta semua pihak, terutama aparat dan petugas di lapangan, untuk senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi.
"Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak," kata Kiai Miftah.
5. PGI ajak masyarakat jaga ruang perjuangan tetap bermoral dan beradab
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Jacklevyn Manuputty mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi situasi sosial yang tengah memanas.
"Kita butuh ketenangan, bukan karena kita lemah, tapi karena kita ingin tuntutan-tuntutan kita dicapai dengan bermartabat. Mari jaga ruang perjuangan ini tetap bermoral, tetap beradab," ujar Pdt. Manuputty.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.