REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nasdem Tower di Jakarta mendapat pengamanan dari Marinir. Berdasarkan pantauan jurnalis Republika, marinir datang dengan truk mliter sekitar pukul 20.00.
Pengamanan ini dilakukan setelah sebelumnya kantor Nasdem di Gondangdia didatangi massa. Pun rumah politikus Nasdem Ahmad Sahroni yang digeruduk massa dan dijarah.
Belum ada konfirmasi dari Nasdem terkait penjagaan tersebut.
Sebelumnya salah satu saksi mata, Eva Rianti menyaksikan sejumlah orang menggeruduk DPP Partai Nasdem di Gondangdia. Eva saat itu tengah melintas di sana.
"Mereka membakar satu buah ban di gerbang depan markas Partai Nasdem," kata Eva saat melintas disana pada Sabtu (29/8/2025) sore.
Eva juga melihat seorang orator menyampaikan aspirasinya menggunakan toa di hadapan sejumlah petugas pengaman kantor Nasdem.
"Kemungkinan mereka masyarakat sipil, tidak tertera adanya identitas institusi tertentu dari pakaian mereka," ujar Eva.
Republika sudah mencoba mengonfirmasi kabar ini ke sejumlah politisi Nasdem. Tapi mereka belum merespon. Namun salah seorang sumber Republika yang bekerja di partai Nasdem membenarkan kabar itu.
"Iya kacau, kena juga (kantor Nasdem)," ujarnya.
Diketahui, Fraksi Partai NasDem DPR RI memutuskan melakukan rotasi penugasan di Alat Kelengkapan Dewan. Keputusan ini ditetapkan melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (29/8/2025) dan telah disampaikan kepada Ketua DPR RI.
Rotasi tersebut menempatkan Ahmad Sahroni sebagai anggota Komisi I DPR RI. Sedangkan posisi Wakil Ketua Komisi III diisi oleh kader NasDem Rusdi Masse Mappasessu.
Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja fraksi agar selaras dengan semangat Restorasi Indonesia.
“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” kata Viktor dalam keterangan tertulis pada Jumat (29/8/2025).
Sebelumnya pernyataan Ahmad Sahroni memantik reaksi publik. Sahroni menyebut orang yang ingin membubarkan DPR RI merupakan orang tolol.
"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).
Pernyataan Ahmad Sahroni itu lantas menjadi bulan-bulanan publik. Apalagi Politisi NasDem itu sudah hampir tiga periode digaji oleh rakyat karena menjadi anggota DPR RI.