Liputan6.com, Jakarta Setelah membuka jendela transfer dengan penuh agresivitas, Real Madrid tiba-tiba menarik rem darurat. Klub yang sempat memimpin bursa dengan rekrutan strategis seperti Dean Huijsen, Trent Alexander-Arnold, dan Franco Mastantuono, kini memilih berhenti belanja pemain.
Padahal, suasana di internal klub menyiratkan kebutuhan yang masih belum sepenuhnya terpenuhi. Lini depan dan sektor gelandang dinilai masih butuh tambahan tenaga, terutama setelah nomor punggung 9 ditinggalkan oleh Kylian Mbappe.
Namun, menurut laporan dari Cadena COPE, manajemen Madrid telah memutuskan untuk mengakhiri aktivitas transfer lebih awal. Fokus kini dialihkan ke persiapan pramusim dan adaptasi pemain baru dalam sistem Xabi Alonso.
Keputusan Ini Tidak Sesuai Harapan Xabi Alonso
Xabi Alonso, yang kini dipercaya menakhodai skuad utama, sejatinya menginginkan tambahan satu gelandang dengan karakter mirip dirinya semasa bermain. Ia berharap bisa melengkapi keseimbangan taktik dalam skema yang tengah ia bangun.
Sayangnya, keputusan di level direksi tak sejalan dengan keinginannya. Florentino Perez dan jajaran petinggi klub memilih untuk tidak menambah pemain baru kecuali ada penjualan besar, yang hingga kini belum terlihat akan terjadi.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Alonso. Sebagai pelatih baru dengan ekspektasi tinggi, ia harus mengelola tim yang ada dan meramu kombinasi terbaik untuk bersaing di semua ajang.
Tidak Ada Tambahan, Alonso Harus Maksimalkan Materi Skuad
Dengan tertutupnya pintu transfer masuk, kini semua sorotan tertuju pada bagaimana Alonso akan mengoptimalkan skuad yang ada. Tanpa tambahan gelandang atau bek tengah seperti yang sempat dibutuhkan, fleksibilitas taktik akan menjadi kunci.
Real Madrid percaya bahwa skuad saat ini sudah cukup kompetitif, terlebih dengan kehadiran beberapa nama muda berbakat dan bintang berpengalaman. Namun tanpa pemain baru, margin kesalahan menjadi lebih sempit di tengah jadwal padat musim depan.
Bursa transfer memang masih terbuka beberapa pekan ke depan, tapi Madrid tampaknya sudah mengambil sikap tegas. Kini, semua berada di tangan Alonso, untuk membuktikan bahwa ia mampu membawa Los Blancos bersaing, bahkan tanpa senjata tambahan yang ia minta.