Liputan6.com, Jakarta Luka Modric mulai merasakan atmosfer kerasnya Serie A usai tampil gemilang dalam kemenangan AC Milan atas Lecce pada pekan ke-2, Sabtu (30/8) dini hari WIB. Bermain di Stadion Via del Mare, Rossoneri menang 2-0 berkat gol Ruben Loftus-Cheek dan Cristian Pulisic.
Gelandang veteran asal Kroasia itu mendapat banyak sorotan positif setelah menyumbang satu assist serta mendominasi lini tengah. Di usia 39 tahun, Modric tetap menunjukkan kualitas dan ketenangan yang membuatnya menjadi pembeda. Namun, sang maestro mengakui bahwa Serie A bukanlah liga yang mudah untuk dijalani.
Modric menyebut setiap laga di Serie A menuntut fokus tinggi dan kesiapan mental. Menurutnya, kompetisi ini menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan dengan pengalamannya selama membela Real Madrid di La Liga.
Modric Akui Serie A Penuh Tantangan
Usai laga, Modric mengungkapkan pandangannya soal level kompetisi di Italia. Baginya, setiap pertandingan memiliki kesulitan tersendiri dan tidak bisa dianggap remeh.
"Saya masih perlu membiasakan diri, karena ini liga yang sangat sulit. Kami harus selalu waspada di setiap pertandingan dan memberikan segalanya untuk menang," kata Luka Modric dikutip dari Sky Sport Italia.
Meski begitu, Modric menikmati pengalaman barunya bersama AC Milan. "Sejauh ini, saya sangat menikmati apa yang telah saya saksikan," ucapnya.
"Saya merasa sangat baik, semuanya sempurna. Saya akur dengan rekan satu tim saya, saya merasa rileks. Saya masih perlu mencari rumah, tetapi selain itu, semuanya baik-baik saja," ucapnya.
Adaptasi dengan Milan dan Allegri
Selain berhadapan dengan intensitas tinggi Serie A, Modric juga harus beradaptasi dengan perubahan taktik Milan. Rossoneri sempat meninggalkan formasi 4-3-3 dan beralih ke 3-5-2, yang membuat peran Modric semakin vital.
"Kami masih saling mengenal, dia meminta saya untuk membantu tim bergerak lebih lancar. Saya sedang berusaha untuk kembali bugar secara fisik dan saya berharap bisa berada dalam kondisi 100 persen setelah jeda internasional," ujar Modric.
"Pelatih meminta saya untuk banyak berbicara di lapangan, karena ada banyak pemain muda, dan mereka membutuhkan kepercayaan diri," ucapnya.
Sumber: Sky Sport Italia