Jadi intinya...
- Gal Gadot absen di Venesia karena seruan penolakan terkait dugaan dukungan genosida Gaza.
- Panitia festival khawatir kehadiran Gadot mengganggu, sehingga pengamanan diperketat.
- Isu Gaza memecah belah industri film, dengan film pro-Palestina juga tayang perdana.
Liputan6.com, Jakarta - Aktris Israel Gal Gadot absen di Festival Film Internasional Venesia meski film yang dibintanginya, In The Hand of Dante, bakal tayang perdana di Venesia. Absennya Gadot tak lepas dari seruan penolakan kehadiran aktris Israel itu yang dianggap mendukung genosida di Gaza, Palestina.
Mengutip Daily Mail, Sabtu (30/8/2025), Gadot dan lawan mainnya dalam film tersebut, Gerard Butler, berada di bawah tekanan atas dugaan dukungan mereka terhadap negara Israel selama kampanye militernya di Gaza. Panitia festival mengkhawatirkan kehadiran Gadot di festival itu mengganggu jalannya festival pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Meski Gadot dipastikan absen, pengamanan pada festival tahun ini pun dibuat jauh lebih ketat. Cincin baja didirikan di sekitar deretan bioskop di pusat acara, sementara polisi lebih banyak dari biasanya. Pemindai tubuh, pemeriksaan tas, dan kartu keamanan digunakan untuk memantau delegasi maupun pemegang tiket, sehingga suasana festival film berlangsung dengan penjagaan ekstra.
Seruan Penolakan Pendukung Genosida Gaza
Kelompok demonstran Venice4Palestine menuntut agar penyelenggara Festival Film Internasional Venesia menarik undangan dari Gadot dan Butler beserta seniman dan selebriti mana pun yang secara terbuka dan aktif mendukung genosida. Ketua Festival Film Venesia, Alberto Barbera, mengonfirmasi bahwa aktris tersebut tidak akan datang ke Venesia.
Namun, ia mengatakan, "Posisi Biennale di satu sisi adalah kami adalah lembaga budaya Italia, tempat keterbukaan dan debat yang tidak menyensor siapa pun. Kami telah diminta untuk menolak undangan bagi para seniman. Kami tidak akan melakukan itu, jika mereka ingin berada di sini, mereka akan berada di sini."
Ia lalu menambahkan, "Di sisi lain, kami tidak pernah ragu untuk menyatakan dengan jelas kesedihan dan penderitaan kami yang mendalam terkait apa yang terjadi di Gaza dan Palestina." Kematian warga sipil, terutama anak-anak yang menjadi korban, adalah kerusakan tambahan dari perang yang belum dapat dihentikan oleh siapa pun.
Isu Gaza Mengemuka di Venesia
Isabella De Monte, anggota parlemen Forza Italia dan wakil kepala departemen Luar Negeri partai mengatakan, "Dialog dan pluralitas gagasan adalah alat utama yang digunakan budaya untuk mengatasi sektarianisme."
Ia juga menambahkan, "Bagus bahwa Presiden Biennale Pietrangelo Buttafuoco menekankan hal ini kepada 1.500 seniman yang menyerukan boikot Gal Gadot dan filmnya bersama Gerard Butler. Sebuah protes yang gegabah, karena di mata para pengunjuk rasa, satu-satunya kejahatan Gadot adalah menjadi orang Israel. Festival Film Venesia patut dihormati."
Isu ini akan mendominasi hari-hari pembukaan festival, dengan demonstrasi dan pawai yang lebih besar direncanakan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Tampaknya ini merupakan isu yang memecah belah Hollywood dan industri film yang lebih luas. Brad Pitt termasuk di antara mereka yang mengambil peran produser eksekutif pada drama Gaza, The Voice of Hind Rajab, yang juga ditayangkan perdana di Venesia.
Film The Voice of Hind Rajab
The Voice of Hind Rajab Disutradarai oleh sineas Tunisia peraih nominasi Oscar, Kaouther Ben Hania, dengan aktor Joaquin Phoenix dan Rooney Mara sebagai produser eksekutif. Film ini mengisahkan seorang gadis muda Palestina bernama Hind Rajab yang dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza pada 2024 bersama enam anggota keluarganya saat ia sedang mengungsi dari Kota Gaza.
Rajab dan sepupunya yang lain awalnya selamat dan menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina ...