Liputan6.com, Jakarta Penyanyi pendatang baru Faith Shallom bikin gebrakan dengan merekam ulang lagu “Antara Kita” karya Andre Hehanussa dan almarhum Adjie Soetama. Terdengar familier? Ya, ini adalah lagu lawas yang kali pertama dirilis pada 1995.
Penyanyi aslinya adalah Rida Sita Dewi. Kala itu, album debut Rida Sita Dewi melahirkan banyak hit dari “Antara Kita,” “Masih Ada,” “Satu Bintang di Langit Kelam,” hingga “Cintaku Cintamu” yang gereget banget.
Kini, “Antara Kita” lahir kembali lewat Faith Shallom. “Antara Kita” versi Faith Shallom diluncurkan di Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025). Ada banyak hit era 1990-an namun mengapa Faith Shallom memilih “Antara Kita”?
“Lagu ini punya kesan kuat, bahkan sejak pertama kali dipopulerkan Rida Sita Dewi hingga sekarang saya merasa lagunya tetap asyik. Saya meminta pertahankan musiknya yang ringan di versi terbaru ini,” katanya di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Hyuna baru saja merilis sebuah video musik baru berjudul I'm Not Cool. Ini adalah lagu utama dari mini album ketujuh milik HyunA.
Andre Hehanussa dan Lagu Antara Kita
Kepada awak media, Faith Shallom menjelaskan, “Antara Kita” karya terpopuler Rida Sita Dewi salah satu kelompok vokal ikonis di dekade 1990-an. Jumlah stream-nya mencapai jutaan di Spotify.
Konon, Andre Hehanussa menulis lagu ini setelah terinspirasi gaya musik musisi David Foster dan grup musik asal Irlandia, The Corrs. Hasil akhirnya, Faith Shallom menilai “Antara Kita” jadi tembang cinta langgeng.
Lirik, Cinta, dan Siapa Saja
Ia menembus ruang dan waktu. “Bagi saya, lirik bertema cinta di kalangan remaja bisa diterima siapa saja,” Faith Shallom menyambung. Kini, Faith Shallom membawakan “Antara Kita” dalam versinya sendiri.
Dengan kemampuan bernyanyi dan memainkan instrumen musik, ia meregenerasi “Antara Kita” dengan suasana baru. Di sisi lain, meski sibuk bermusik, Faith Shallom berkomitmen melanjutkan studi di Inggris.
Lagu Dan Alasan Menikmati Kebersamaan
Fakta menarik lainnya, musik dan keragaman budaya bukan hal baru bagi Faith Shallom. Ayahnya berdarah Minang dan Jawa. Ibunya, keturunan Tiongkok, Jepang dan Sulawesi. Musik, keragaman budaya, dan semangat toleransi telah menjadi semangatnya sejak kecil.
“Lagu alasan untuk kami menikmati kebersamaan. Dengan musik, saya sebagai perempuan ingin terus bersuara menyampaikan banyak hal. Musik harus tetap jadi kekuatan seni budaya bangsa sebagai ekspresi dan nilai positif bagi generasi masa depan,” ia mengakhiri.