ICW Ungkap Anggaran Jumbo Polri: Rp1,93 Triliun untuk Beli Kendaraan Pengendali Massa

9 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Rp1,93 Triliun untuk Beli Kendaraan Pengendali Massa Ilustrasi .(Antara)

DI tengah aksi kebrutalan kepolisian yang kembali terjadi saat mengamankan serangkaian demonstran di depan Gedung DPR RI, Indonesia Corruption Watch (ICW) menelusuri alokasi anggaran Polri yang terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Salah satunya adalah membeli kendaraan taktis (rantis) untuk pengamanan massa saat terjadi demonstrasi.

Peristiwa terbaru, kepolisian menggunakan gas air mata dan berbagai senjata lain terhadap massa aksi hingga menggunakan kendaraan taktis (rantis) yang melindas pengemudi ojek online Affan Kurniawan, 21, hingga tewas di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam.

Berdasarkan penelusuran ICW, sejak 2020-2024, setidaknya Kepolisian RI mengeluarkan Rp1,93 triliun untuk pembelian kendaraan taktis dan kendaraan khusus dengan total 98 unit. 

“Harga per unit dari masing-masing kendaraan taktis dan khusus ini ada dalam rentang Rp3 miliar hingga Rp75 miliar,” kata peneliti ICW, Wana Alamsyah dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Sabtu (30/8). 

Wana menjelaskan terdapat beberapa penyedia yang kerap ikut dalam pengadaan kendaraan khusus dan kendaraan taktis ini, di antaranya PT Mayapada Auto Sempurna dan PT Anja Bangun Selaras. 

“PT Anja Bangun Selaras sendiri pernah dituding tidak layak dalam melakukan pengadaan peralatan keamanan di Kejaksaan Agung, sehingga terdapat dugaan perusahaan bermasalah,” jelasnya. 

Selain itu, Wana menuturkan Polri telah meminta tambahan anggaran sebesar Rp63,7 triliun pada 7 Juli 2025. Total rencana anggaran ini disetujui oleh Komisi III DPR pada 15 Agustus 2025 sehingga total anggaran kepolisian pada 2026 sebesar Rp173,47 triliun. “Angka fantastis ini tentu berbanding terbalik dengan kinerja Polri yang kian menurun,” ucapnya. 

Menurut Wana, melalui anggaran jumbo tersebut, kepolisian seharusnya dapat berbenah dan berfokus pada reformasi Polri. “Besarnya anggaran Polri juga tidak mencerminkan kondisi masyarakat yang saat ini tengah dilanda kondisi ekonomi yang sulit,” tuturnya. 

Rantis Brimob yang melindas Affan 
Kendaraan taktis milik Polri yang digunakan dalam insiden yang menyebabkan Affan tewas diduga diimpor dari Korea Selatan. 

“Produsen rantis itu adalah Daeji Precision & Industries Co Ltd (Daeji P&I) dengan model Tambora. Model ini banyak digunakan polisi di Indonesia. Rantis lain dari Daeji P&I yang digunakan Polri adalah Armored Water Cannon (AWC) serta model DAPC-2,” ujar Wana. 

Berdasarkan pelacakan melalui data perdagangan global, produk dari Daeji juga termasuk sparepart kendaraan rantis tersebut. Tercatat, total nilai impor kendaraan dan sparepart dari Daeiji ke Indonesia mencapai US$63,8 juta setara Rp1,05 triliun dalam periode 2019-2023. 

“Transaksi tersebut mencakup 154 unit kendaraan taktis dan sparepart. Ini pun tidak termasuk transaksi lain yang terjadi pada periode sebelumnya. Nilai ini setidaknya 50% dari nilai pengadaan rantis Polri pada periode 2020-2024 di atas,” imbuh Wana. 

Menurut catatan ICW, Korea Selatan telah lama menjadi pemasok peralatan keamanan yang diklaim tidak mematikan seperti gas air mata ke polisi Indonesia. Saat ini salah satu produknya berupa Daeji Tambora telah digunakan polisi Indonesia untuk membunuh warga. 

Selain itu, hubungan Korea dengan Indonesia dalam perdagangan rantis ini juga telah menimbulkan korban jiwa di mana tidak sesuai dengan klaim bahwa peralatan itu tidak mematikan. 

“Oleh karena itu Korea Selatan dan produsennya harus ikut bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan dari peralatan mereka. Mereka harus juga menghentikan ekspor senjata dalam bentuk apapun ke Polisi Indonesia,” jelasnya. 

Menuntut pemangkasan anggaran
Melihat besarnya anggaran yang dialokasikan Polri, ICW menuntut adanya pemangkasan anggaran untuk Kepolisian yang kerap digunakan untuk melucuti hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi, baik itu di ruang digital, di ruang rapat DPR, maupun di jalan. 

“Polri wajib berbenah dan melakukan perubahan sistem secara menyeluruh dengan transparan. Polri juga wajib bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa saudara Affan Kurniawan,” jelasnya. 

Selain itu, ICW juga menuntut agar pihak militer TNI untuk tidak ikut turun dan memasuki ruang sipil apalagi  memanfaatkan situasi untuk merusak kondisi demokrasi lebih jauh. (Dev/P-2) 

Read Entire Article