Suara 'Dibungkam', Visa Dicabut: Kisah Bob Vylan dan Semangat Palestina di Glastonbury

1 month ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duo punk-rap asal Inggris, Bob Vylan, menghadapi konsekuensi serius setelah penampilan mereka di panggung Festival Glastonbury 2025. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mencabut visa grup ini karena penampilan di Festival Glastonbury yang dianggap memicu kebencian.

Deputi Sekretaris Departemen Luar Negeri AS, Christopher Landau, mengungkapkan alasan pencabutan visa tersebut. "Mengingat ujaran kebencian mereka di Glastonbury, termasuk memimpin kerumunan dalam 'chant kematian'," kata dia.

Departemen Luar Negeri AS menuduh mereka mengobarkan kebencian. "Orang asing yang mengagungkan kekerasan dan kebencian bukanlah pengunjung yang diterima di negara kami," ujar Landau dilansir laman NBC News pada akhir Juni.

Bob Vylan sendiri dijadwalkan memulai tur AS pada 24 Oktober 2025 di Spokane, Washington, dengan jadwal di berbagai kota besar AS. Namun, dengan pencabutan visa ini, nasib tur tersebut menjadi tidak jelas.

Seperti diberitakan sebelumnya, video yang beredar di media sosial menunjukkan vokalis Bob Vylan, Bobby Vylan (nama asli Pascal Robinson-Foster), memimpin penonton di Festival Glastonbury pada Sabtu (28/6/2025) dengan teriakan, "Free, Free Palestine" dan "Death, death to the IDF". Vylan juga terlihat menyerukan, "From the river to the sea, Palestine must be, will be, free".

Penyelenggara Glastonbury menyatakan bahwa komentar tersebut melampaui batas dan menggolongkan chant yang menargetkan Pasukan Pertahanan Israel sebagai anti-Semit. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut ujaran itu "mengerikan" dan menekankan bahwa kelompok yang mengancam atau menghasut kekerasan seharusnya tidak diberi platform.

Detektif Kepolisian Somerset telah ditugaskan untuk menyelidiki apakah ada undang-undang kejahatan kebencian yang dilanggar selama penampilan tersebut. "Kami telah menerima banyak kontak terkait peristiwa ini dari orang-orang di seluruh dunia dan mengakui kuatnya perasaan publik," demikian pernyataan departemen kepolisian.

Menanggapi insiden tersebut, melalui unggahan Instagram pada Selasa (1/7/2025), Bobby Vylan menyatakan bahwa grupnya sedang menjadi target karena bersuara dan mengulang seruan "Free Palestine. "Banyak orang ingin Anda percaya bahwa sebuah band punk adalah ancaman nomor satu bagi perdamaian dunia. Kami mendukung pembongkaran mesin militer yang kejam (merujuk pada serangan militer Israel di Gaza-Redaksi)," tulisnya.

Siapakah Bob Vylan?

Setelah insiden tersebut, Bob Vylan menjadi berita utama di seluruh dunia. Duo ini, yang merilis album debut mereka pada tahun 2020, menggunakan nama panggung Bobby Vylan (vokalis) dan Bobbie Vylan (drummer). Mereka sengaja mengaburkan identitas mereka untuk menolak apa yang mereka anggap sebagai "kontrol negara", meskipun nama asli Bobby, Pascal Robinson-Foster, telah banyak dilaporkan.

Dilansir laman The Guardian pada Rabu (2/7/2025), Bob Vylan terbentuk setelah Robinson-Foster bertemu rekan bandnya di sebuah bar London pada 2017. Mereka dikenal karena musik yang bermuatan politik, menggabungkan elemen punk, grime, reggae, dan indie. Musik mereka sering kali memiliki semangat pemberontakan dengan dorongan antikemapanan yang kuat.

Kelompok ini telah mengangkat sejumlah topik progresif dalam musik mereka, termasuk kemiskinan pangan, seksisme, tuan tanah eksploitatif, dan rasisme institusional. Namun, gerakan untuk kebebasan Palestina selalu menjadi inti dari proyek mereka.

Read Entire Article