
Sejumlah orang memanfaatkan kondisi pascakebakaran Kantor DPRD Kota Makassar dengan menjarah barang-barang berharga pada Sabtu (30/8) pagi. Aksi itu berlangsung di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah massa sebelumnya membakar gedung dewan saat unjuk rasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga terlihat mengambil onderdil dari bangkai mobil yang hangus, serta masuk ke dalam gedung untuk membawa barang elektronik seperti televisi hingga kompresor mesin pendingin. Mereka leluasa mengambil barang tanpa adanya upaya pencegahan, meskipun aparat keamanan berada di sekitar lokasi.
“Daripada dibiarkan, lebih baik diambil untuk dijual. Banyak juga orang yang ambil besi-besinya mobil buat ditimbang di loakan,” ujar Amran, salah seorang warga.
Selain dijarah, gedung DPRD yang terbakar juga menjadi tontonan warga. Banyak orang datang hanya untuk berfoto, bahkan melakukan siaran langsung di media sosial untuk memperlihatkan kondisi terkini bangunan yang rusak.
Tidak hanya itu, beberapa orang membawa perlengkapan khusus untuk memuluskan penjarahan. Hingga Sabtu pagi, belum terlihat adanya penjagaan ketat dari aparat kepolisian di lokasi kejadian.
Peristiwa pembakaran kantor DPRD Makassar pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari tersebut menelan korban delapan orang. Empat di antaranya meninggal dunia, dua kritis, dan tiga lainnya mengalami luka-luka yang kini dirawat di rumah sakit. (Ant/E-3)