
Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial BA diduga bunuh diri dengan loncat dari lantai 3 Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Jenazah telah tiba di Terminal Kargo Jenazah, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Rabu, (2/7).
Jenazah disambut oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. Almarhum kemudian langsung dipulangkan ke Kediri, Jawa Timur untuk diserahkan ke pihak keluarga.
"Yang bersangkutan merupakan PMI prosedural yang berangkat lewat melalui Government to Government (G to G) tahun 2024 dan bekerja di salah satu perusahaan setempat bidang manufaktur," kata Karding.
Karding memastikan keluarga almarhum akan mendapatkan santunan akibat peristiwa itu.
"Saat ini sudah tiba dan dipulangkan ke daerah asal dengan pengawalan. Kemudian, karena dia prosedural, dia pun mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 85 juta," ungkapnya.

Cuti untuk Pulang
BA berada di Bandara Incheon dalam perjalanan untuk pulang ke Indonesia. Ia mendapatkan cuti dari kantornya karena perusahaan melihat perubahan sikapnya.
"Diduga depresi ya, makanya perusahaan meminta agar cuti dulu. Dia pun pulang ditemani oleh rekannya," ujarnya.
Saat tiba di Bandara Incheon, korban permisi untuk merokok di area khusus. Ia berpisah dengan rekannya itu.
"Rekannya yang menemani dia pulang, akhirnya membereskan barang-barang dan akan check-in. Namun, ternyata tidak lama dapat informasi rekannya (BA) sudah ada di lantai bawah," jelasnya.
Karding bilang, BA sempat dilarikan ke rumah sakit usai diketahui jatuh. Namun nyawanya tidak terselamatkan.
Lompat dari Lantai 3
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul, Zelda Wulan, mengatakan BA bekerja di sebuah perusahaan di Kota Gimhae, Korea Selatan. Berdasarkan laporan Station Manager Garuda di Incheon, BA tewas pada Jumat, 27 Juni 2025.
"BA melompat dari lantai 3 di Incheon International Airport Terminal 2, hingga jatuh ke lantai basement 1," ungkap Zelda.
Polisi langsung melakukan pemeriksaan dan evakuasi. Jenazah warga asal Kediri, Jawa Timur, itu lalu dibawa ke rumah sakit.
"Jenazah telah dibawa ke Inha University Hospital Funeral Hallā . Kepolisian sedang melakukan pemeriksaan jenazah dan saksi," ucap dia.