MAHASISWA Indonesia di Sydney, Australia memergoki anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR yang sedang kunjungan kerja dan pelesir ke Sydney di tengah demonstrasi besar-besaran memprotes tunjangan dewan..
Kandidat doktor politik ekonomi University of Sydney Mahesti Hasanah mengatakan dari cerita yang ia dapat, mahasiswa itu sempat berinisiatif mendatangi para anggota DPR itu. "Mereka menghindari mahasiswa dan langsung pergi," kata dia saat dihubungi Tempo, Sabtu.
Para anggota DPR itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja di Sydney. Di sela-sela kunjungan kerja itu, dikabarkan mereka akan berwisata ke Scenic World & Echo Point. Ini adalah taman hiburan yang menyuguhkan wisata dan kereta gantung untuk melihat pemandangan alam dan tempat wisata Blue Mountain.
Mahesti mengatakan rombongan anggota dewan itu akhirnya batal mengunjungi tempat wisata Blue Mountain. Menurut dia, rombongan anggota dewan batal mengunjungi tempat wisata itu setelah rencana perjalanan mereka bocor ke publik. Mahesti juga mendengar para anggota DPR itu telah memesan tempat untuk makan malam salah satu restoran mahal di Sydney.
Mahasiswa Indonesia juga melihat anggota dewan menggunakan mobil limousine dan menginap di Hotel Four Season Sydney.
Ia menambahkan jika anggota DPR itu dikabarkan akan ada yang mengikuti Sydney Marathon pada Ahad, 31 Agustus 2025. Salah satu yang santer disebut-sebut ikut adalah Ketua Komisi XI Muhamad Misbakhun.
Mahesti mengatakan, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Australia menyatakan menolak dan mengecam agenda kunjungan kerja dan pelesiran anggota Komisi XI yang tidak berempati dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.
Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu juga menyatakan perlu ada evaluasi substansi kunjungan anggota DPR ke Sydney. Pilihan Sydney, kata dia apakah benar-benar berhubungan dengan kepentingan publik atau ada agenda pribadi, misalnya mengikuti Sydney Marathon. "Kunker ke luar negeri tidak etis, tidak prioritas, dan tidak berempati kepada kondisi masyarakat saat ini," kata Mahesti.
Ketua Komisi XI Misbakhun mengatakan kunjungan ke Sidney itu telah dijadwalkan sebelum ada aksi unjuk rasa. Dia pun membantah kabar yang menyebut dirinya akan mengikuti ajang Sydney Marathon pada Ahad, 31 Agustus 2025.
Sebelumnya nama Misbakhun terlihat di situs resmi event tersebut sebagai salah satu peserta. "Saya pastikan tidak ikut," kata Misbakhun dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Ihwal nama dia yang terdaftar dalam kepesertaan Sydney Marathon, Misbakhun menyatakan mekanisme pendaftaran marathon dalam kategori World Major Marathon itu harus setahun sebelumnya. Sebagai penggemar lari marathon, Misbakhun mengatkan sering ikut daftar marathon, tetapi sering tidak ikut saat perlombaan. "Saya pastikan kalau saya lari pada 31 Agustus itu larinya di kawasan GBK. Semoga GBK masih bisa dipakai untuk olahraga," katanya.
Pilihan Editor: Mengapa Tunjangan DPR Meningkat tanpa Dibarengi Kinerja