Massa di Kwitang mendekat ke arah Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat. Polisi langsung menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Pantauan kumparan pada pukul 18.30 WIB, massa tampak bergerak mendekat ke depan Mako Brimob. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata ke arah kerumunan.
Massa sempat mundur ke arah Senen, namun tak lama kemudian kembali lagi dengan cepat sehingga situasi semakin memanas.
Selang 20 menit kemudian, tepatnya pukul 18.50 WIB, suara tembakan gas air mata masih terdengar di lokasi. Personel TNI yang sebelumnya berada di depan massa pun ikut mundur.
Sebelumnya, pada siang hari hingga sore hari, massa sempat tertahan oleh Kopasgat TNI saat mencoba kembali mendekat ke Mako Brimob.
Namun menjelang malam, ketegangan meningkat kembali dengan massa berhasil mendekat dan bentrokan kembali terjadi.
Kericuhan di Kwitang bermula sejak Kamis malam (28/8), usai seorang ojek online (ojol) bernama Affan (21 tahun) terlindas mobil rantis.
Adapun tujuh anggota Brimob yang berada di dalam mobil rantis saat kejadian sedang menjalani pemeriksaan intensif dan dijatuhi sanksi penempatan khusus (patsus) selama 20 hari.
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.