Aktivitas demo di kawasan Polda Metro Jaya dan Senayan membuat Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta, tak beroperasi pada Sabtu (30/8) pagi.
Pantauan kumparan pukul 08.38 WIB menunjukkan stasiun ditutup, dengan pagar besi menutupi setengah bagian dan garis polisi yang menghalangi akses masuk.
Seluruh kaca pintu masuk stasiun retak imbas demo dan dipenuhi coretan vandalisme. Beberapa jendela di bagian luar stasiun pecah.
Tak jauh dari stasiun, pengendara motor terlihat berhenti di tepi Jalan Jenderal Sudirman untuk mencuci muka akibat perih gas air mata yang masih terasa. Mereka dibantu pengendara ojol dan satpam sekitar yang menuangkan air dari botol.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyesuaikan pola operasional imbas masih panasnya aksi demo di kawasan Polda Metro Jaya dan Senayan. Untuk sementara, MRT hanya melayani Stasiun Lebak Bulus hingga Blok M BCA.
Plt Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan MRT tetap beroperasi mulai pukul 06.00 WIB pagi ini, namun dengan pola layanan terbatas (short loop).
“Sehubungan dengan situasi massa di sekitar kawasan Polda dan Istora yang hingga dini hari, PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penyesuaian pola operasional untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna,” katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (30/8).
MRT Jakarta memberlakukan pola short loop dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Blok M BCA dengan waktu tunggu (headway) di setiap stasiun per 10 menit.
Dengan demikian, lanjut Tomo, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Asean tidak ada kegiatan operasional atau menerima penumpang untuk sementara waktu.