Berdasarkan pantauan kumparan, Minggu (31/8), dari tiga SPBU Shell yang ada di Pamulang, hanya SPBU Shell Pajajaran ini yang menyediakan BBM. Sementara di dua SPBU Shell lainnya yakni SPBU Shell Puspiptek dan SPBU Shell Pondok Cabe, stok BBM terpantau kosong.
Selain itu, BBM di sejumlah SPBU Shell wilayah Kota Bekasi juga terpantau kosong.
Merespons itu, President Director & Managing Director Mobility, Shell Indonesia, Ingrid Siburian menuturkan stok BBM Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ memang masih tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan
“SPBU Shell tetap melayani para pelanggan dengan produk BBM Shell V-Power Diesel dan layanan lainnya termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell,” kata Ingrid kepada kumparan, Minggu (31/8).
Terkait stok, Shell juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia untuk memastikan ketersediaan produk BBM mereka.
“Shell Indonesia senantiasa berupaya untuk memastikan kelancaran pendistribusian dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell,” ujarnya.
Informasi terkait ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell dapat diakses melalui laman resmi Shell pada bagian ketersediaan BBM.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempersilakan badan usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta membeli pasokan BBM dari PT Pertamina (Persero) jika pasokan kurang.
Bahlil menyebutkan, badan usaha swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR mendapatkan tambahan kuota impor 10 persen dari total alokasi pada tahun 2024. Dia mencontohkan, jika perusahaan mendapatkan kuota 1 juta kiloliter pada 2024, maka kuotanya naik menjadi 1,1 juta kiloliter tahun ini.
Namun jika pasokannya masih kurang, dia mengimbau badan usaha swasta untuk membeli BBM ke Pertamina, alih-alih meminta tambahan impor karena akan memengaruhi neraca perdagangan Indonesia.
"Kalau ada yang masih kurang, ya silakan beli di Pertamina. Kan Pertamina juga barangnya ada, karena ini terkait dengan neraca ekspor impor kita," tegas Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/8).