Hi!Pontianak - Maraknya kasus Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Barat (Kalbar) sangat merusak ekosistem sekitar. Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Roma Hutajulu.
“Dampak kerusakan lingkungan akibat PETI itu sangat parah dan itu terdampak juga ke aliran sungai masyarakat tercemari oleh logam berat. Bukan kita pembenaran, tapi liat nanti ekosistem ke depan, dan mudah-mudahan masyarakat bisa mengerti untuk melestarikan lingkungan lebih baik kita bertani ,” jelasnya.
Wakapolda itupun mengajak masyarakat agar melakukan sebuah revolusi dari pertambangan menjadi pertanian.
“Kita juga akan lakukan revolusi dari pertambangan menjadi pertanian, hal itu dilakukan guna menghadapi krisis ekonomi ke depan,” tambahnya.
Melihat viralnya kasus PETI di Kabupaten Bengkayang, ia menyebut jika sudah ada 1 orang yang ditahan. Dan 2 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
“Untuk kasus PETI yang viral di Kabupaten Bengkayang sudah ada 1 orang yang diamankan 2 lagi sedang dalam proses. Bahwa instruksi pimpinan tetap melakukan penindakan dan penegakan hukum di bidang PETI sebelumnya kita sudah melakukan tindakan binaan sosialisasi dan edukasi,” pungkasnya.