Personel kepolisian menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di depan Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/8/2025). Unjuk rasa yang menuntut pengusutan kasus penabrakan pengemudi ojek online Affan Kurniawan oleh mobil rantis Brimob hingga tewas itu berakhir ricuh.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perilaku dan perbuatan Baginda Nabi Muhammad selalu menjadi teladan bagi umatnya. Meski Rasulullah adalah manusia tanpa cela, Nabi SAW juga pernah mendapatkan kritik dan perbuatan tidak menyenangkan. Namun, Nabi SAW menyikapinya dengan respons yang positif.
Dilansir di About Islam, terdapat kisah suatu hari seorang rabi Yahudi, Zaid ibn Sun’ah datang menuntut pembayaran utang dari Nabi Muhammad SAW. Ia dengan kasar menarik jubah Rasulullah dari bahunya dan berkata kasar.
“Kamu, putra Abdul-Muthalib, membuang-buang waktu,” ujar Zaid saat itu.
Umar ibn Al-Khattab, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang melihat kejadian ini marah. Ia kemudian mengatakan tidak seharusnya Zaid berkata seperti itu.
“Wahai musuh Allah SWT, apakah kamu berbicara dengan Rasulullah dan berperilaku seperti itu padanya? Jika bukan karena takut kehilangan surga, aku akan memenggalmu dengan pedangku!” kata Al-Khattab.
Namun, Nabi Muhammad SAW mengatakan Al-Khattab tidak perlu demikian. Ia tersenyum dan mengatakan Zaid berhak atas perlakuan yang lebih baik, bahkan seharusnya menasihati dirinya untuk segera melunasi pinjaman, termasuk membayar dalam jumlah lebih sebagai bentuk kompensasi atas sikap mengancam sahabatnya.
sumber : Pusat Data Republika