Liputan6.com, Jakarta Tottenham Hotspur akhirnya meresmikan transfer gelandang serang muda asal Belanda, Xavi Simons. Pemain berusia 22 tahun itu diboyong dari RB Leipzig.
Simons akan mengenakan nomor punggung 7 di skuat asuhan Thomas Frank. Ia mengaku sudah lama bermimpi bermain untuk Spurs dan merasa keputusan ini adalah langkah tepat dalam kariernya.
Sebelum pindah ke London, Simons mencatat performa impresif bersama Leipzig. Ia menorehkan 22 gol dan 24 assist dalam 78 penampilan sejak bergabung pada 2023.
Di level internasional, Simons sudah mencatatkan 28 penampilan bersama timnas Belanda. Dari jumlah tersebut, ia berhasil menyumbang lima gol sejak debutnya di Piala Dunia 2022 Qatar.
Perjalanan Karier Xavi Simons
Xavi Simons mengawali kariernya bersama akademi Barcelona sebelum pindah ke Paris Saint-Germain. Bakatnya membuat ia digadang-gadang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa.
Pada 2023, ia dipinjamkan ke RB Leipzig dan langsung tampil menonjol di Bundesliga. Leipzig kemudian mengikatnya secara permanen pada Januari 2024 karena kontribusinya yang besar.
Statistiknya bersama Leipzig menunjukkan konsistensi tinggi. Dengan 22 gol dan 24 assist, Simons menjadi motor serangan utama sekaligus kreator peluang.
Ambisi Baru Bersama Tottenham
Setelah resmi diperkenalkan, Simons mengungkapkan rasa bahagianya. Ia menilai Tottenham adalah klub yang tepat untuk mengembangkan potensi lebih jauh.
"Saya sangat senang dan tidak sabar untuk segera memulai. Ini adalah impian yang sudah lama saya nantikan," katanya di situs resmi klub.
"Klub ini luar biasa dan ketika saya bertemu dengan pelatih kepala, saya langsung tahu bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk saya."
Bergabungnya Simons menambah kekuatan lini tengah Tottenham yang sebelumnya sudah mendatangkan Joao Palhinha dan Mohammed Kudus. Kehadirannya diprediksi memberi warna baru dalam pola permainan Spurs.
Persaingan Transfer Panas
Transfer Simons tidak berlangsung mudah karena diminati banyak klub besar. Chelsea sempat mengadakan pembicaraan dengan Leipzig, namun akhirnya gagal mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, Chelsea kini lebih fokus mengejar Alejandro Garnacho dari Manchester United dengan biaya sekitar 40 juta pounds. Situasi ini membuka jalan bagi Tottenham untuk bergerak cepat.
Tottenham sendiri sebelumnya juga gagal mendapatkan Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest. Selain itu, target utama mereka, Eberechi Eze, lebih memilih bergabung dengan rival sekota Arsenal.