Militan bertopeng dari Brigade Izzedine al-Qassam, sayap militer Hamas.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL VIV— Surat kabar Yedioth Ahronoth berbicara tentang beberapa rincian bentrokan dan konfrontasi yang terjadi selama beberapa hari terakhir antara para pejuang perlawanan dan pasukan penjajah di lingkungan Zeitoun, sebelah tenggara Kota Gaza.
Surat kabar tersebut, dikutip Aljazeera, Sabtu (30/8/2025) mengungkapkan para pejuang Brigade Izzuddin al-Qassam— sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas)— menargetkan dan melukai seorang wakil komandan batalyon di brigade lapis baja di lingkungan Zeitoun beberapa hari yang lalu.
Para pejuang Qassam juga menyerang pasukan Israel yang tergabung dalam brigade lapis baja di lingkungan Zeitoun beberapa hari yang lalu, tanpa mengungkapkan kerugian di barisan pasukan Israel.
Serangan ini muncul di tengah perkiraan Israel bahwa operasi militer di lingkungan tersebut mungkin akan berakhir dalam waktu dua pekan.
Namun, sumber-sumber militer mengkonfirmasi bahwa para pejuang Hamas di wilayah Zeitoun terus menyerang posisi-posisi sementara IDF.
Laporan tersebut juga mengutip sumber-sumber militer yang mengatakan pasukan Israel di wilayah Zeitoun terkejut dengan keahlian para pejuang Hamas dalam memasang alat peledak rakitan, yang berkontribusi pada keberhasilan operasi mereka yang sedang berlangsung melawan pasukan serbuan di wilayah Kota Gaza.
Terowongan di bawah kaki mereka
Sumber-sumber militer yang dikutip oleh surat kabar tersebut mengatakan bahwa tentara Israel menemukan sebuah terowongan yang melintas di bawah posisi mereka.
Para pejuang Hamas telah berhasil memperbaiki dan mengaktifkannya kembali dalam beberapa bulan terakhir, yang mengindikasikan kemampuan gerakan ini untuk membangun kembali dan memulihkan sebagian dari kemampuan militernya meskipun ada serangan udara yang intensif.
Sehubungan dengan konfrontasi yang sedang berlangsung dan operasi perlawanan di lingkungan Zeitoun, surat kabar tersebut mengutip sumber-sumber militer bahwa brigade lapis baja memperkirakan bahwa operasi di lingkungan Zeitoun akan selesai dalam waktu dua pekan.
Meskipun Israel telah melakukan serangan ke wilayah-wilayah besar di Gaza, penjajah itu hingga kini belum berhasil menghentikan operasi perlawanan terhadap pasukan dan pos-pos militernya di dalam Jalur Gaza, dan juga penembakan roket yang sesekali menyasar kota-kota dan desa-desa di Israel.