
GELOMBANG aksi massa yang terjadi di sejumlah daerah selama beberapa hari terakhir turut menimbulkan korban di kalangan ojek online (ojol). Grab Indonesia menyebut sejauh ini tercatat dua mitra Grab yang menjadi korban meninggal dan tiga dirawat di rumah sakit.
Korban meninggal yakni Affan Kurniawan (Jakarta) dan Rusdamdiansyah (Makassar). Affan, yang bukan dari bagian aksi massa, tewas setelah dilindas mobil taktis Brimob pada Kamis (28/8) di daerah Pejompongan.
Adapun Rusdamdiansyah meninggal usai dikeroyok karena dituding intel ketika terjadi kericuhan di kampus UMI Makassar pada Jumat (29/8).
Kemudian, tiga mitra ojol Grab yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit ialah Umar Amarudin di RS Pelni Jakarta, Aji di RSUD Tarakan Jakarta, dan Budi Haryadi di RS Primaya Makassar.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan pihaknya berkomitmen memberi dukungan dan bantuan kepada mitra yang terdampak. Grab memberikan santunan, pendampingan, serta bantuan lainnya yang diperlukan kepada mitra yang menjadi korban meninggal.
Neneng mengatakan satgas yang dibentuk juga terus mendampingi dan memantau kondisi mitra ojol yang tengah dirawat.
“Kami menegaskan komitmen untuk mitra pengemudi. Kami berdiri di sisi mereka agar keadilan ditegakkan, hak hak mereka dilindungi,” ujar Neneng dalam konferensi pers daring, Minggu (31/8).
Merespons kondisi tersebut, Grab turut meluncurkan Grab Respon Cepat (Gercep). Saluran khusus tersebut menjadi program untuk memperkuat perlindungan mitra.
“Seperti yang kita ketahui bersama gelombang penyampaian sikap di beberapa daerah terakhir timbulkan dinamika yang memengaruhi mobilitas signifikan dan juga mitra kami,” ucapnya.
Neneng menjelaskan melalui Gercep mitra ojol akan memeroleh dukungan medis, konseling psikologis, hingga koordinasi dengan pihak berwenang jika mengalami situasi krisis.
Grab membuat kanal khusus Gercep yang mencakup saluran telepon darurat khusus, pusat bantuan (help centre) untuk tanggap darurat, dan layanan live chat.
Selain itu, Grab juga membuat notifikasi terkait situasi di lokasi-lokasi rawan agar para ojol meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan. Gercep akan mulai diaktifkan per 2 September 2025. Grab juga memberikan keringanan operasional kepada mitra seperti keringanan cancellation rate.
"Kami ingin memastikan mitra merasa aman dan terlindungi serta mendapat kepastian dari sisi keamanan, kesehatan, maupun keberlangsungan pendapatan," ucap Neneng. (P-4)