
PESAWAT tempur Israel pada Minggu (31/8) kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan. Militer Israel menyebut target serangan itu adalah infrastruktur bawah tanah Hizbullah yang berada di kawasan Beaufort Ridge.
Dalam pernyataannya, tentara Israel menuding fasilitas tersebut melanggar kesepakatan antara Israel dan Libanon.
Kantor Berita Nasional Libanon (NNA) melaporkan dua serangan udara menghantam wilayah Ali al-Taher, pinggiran Kafr Tibnit, dan Nabatieh Atas. Ledakan akibat serangan itu mengguncang rumah-rumah di sekitar lokasi.
Selain itu, sebuah rudal dilaporkan jatuh di jalan Darb al-Qamar di Mifdoun, namun tidak meledak.
Menurut NNA, pasukan Israel juga menjatuhkan selebaran di kota Aita al-Shaab dengan pesan "Kami akan terus bekerja melawan infrastruktur Hizbullah, kami telah memperingatkan Anda,"
Konflik yang Terus Berlanjut
Serangan Israel ke Lebanon dimulai sejak 8 Oktober 2023 dan meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024. Sejak itu, lebih dari 4.000 orang tewas dan sekitar 17.000 lainnya terluka.
Meski gencatan senjata sempat dicapai pada November, Israel tetap melancarkan serangan hampir setiap hari ke Libanon selatan dengan alasan menargetkan aktivitas Hizbullah.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Israel seharusnya menarik seluruh pasukannya dari Libanon selatan pada 26 Januari.
Namun, Tel Aviv menolak memenuhi batas waktu tersebut sehingga tenggat mundur hingga 18 Februari. Hingga kini, Israel masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan. (Anadolu/Fer/I-1)