Suasana di Senen, Kwitang, Jakarta Pusat usai aksi demonstrasi, Sabtu pagi (30/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh masyarakat Indonesia tenang dan sabar menghadapi situasi dinamika nasional saat ini.
“Karena perintah Allah mengatakan agar kita sabar. Insya Allah kalau sabar, kita akan selamat,” kata dia, dikutip dari laman resmi MUI, di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Dia mengingatkan pemerintah dan aparat keamanan di dalam menangani demonstran, pengunjuk rasa juga berlaku sabar.
Masyarakat yang melakukan unjuk rasa juga melakukan dengan sabar tanpa membuat kerusakan dan kegaduhan yang tidak diperlukan.
Dia mengajak segenap anak bangsa untuk menjaga Indonesia sebagai rumah besar bersama. “Kita harus benar-benar menjaga keselamatan rumah besar kita yang namanya Republik Indonesia ini. Ini rumah kita. Di sini ada presiden, presiden kita. Di sini ada rakyat, rakyat kita. Di sini ada tentara, tentara kita. Di sini ada polisi, polisi kita. Di sini ada pengusaha, pengusaha kita. Di sini ada buruh, buruh kita. Di sini ada seniman, seniman kita. Semua adalah kita,” kata dia.
Oleh karena itu, kesatuan bangsa Indonesia ini jangan sampai retak karena ketidaksanggupan kita untuk bersabar dalam menghadapi situasi ini.
“Demikianlah harapan kami. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan anugerah, rahmat, dan pertolongannya untuk keselamatan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta,” ujar dia.