KNKT Soroti Sekoci KMP Tunu Pratama hingga 'Port Clearance' Syahbandar Ketapang

1 month ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Senin (14/1/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparanKetua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Senin (14/1/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mempertanyakan kesiapan sekoci di Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya.

Setidaknya 6 orang tewas dan 30 hilang akibat karamnya kapal rute Ketapang-Gilimanuk milik PT Pasca Dana Sundari yang membawa 65 orang tersebut.

Yang diketahui terkait sekoci sejauh ini adalah hanya 4 penumpang yang selamat karena menggunakan sekoci.

"Di kapal itu ada namanya life raft atau rakit penyelamat atau sekoci. Nah, berapa life raft yang aktif saat itu?" kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Banyuwangi, Jumat (4/5).

Menurut Soerjanto, sekoci sangat membantu, dapat digunakan para penumpang sampai menunggu tim penyelamat datang.

"Kami juga akan melakukan evaluasi, karena pada waktu kecelakaan (KMP) Yunice atau Rafelia, itu juga mengalami hal yang sama bahwa life raft-nya tidak berkembang semuanya," kata Soerjanto.

Di Selat Bali, KMP Yunice tenggelam pada 2021 (setidaknya 7 korban tewas), dan KMP Rafelia 2 tenggelam pada 2016 (setidaknya 6 tewas).

"Hal-hal yang berulang seperti ini akan menjadi perhatian kami untuk kami segera mengeluarkan semacam rekomendasi untuk dilakukan proses evaluasi mengenai life raft," ujarnya.

Usut 'Port Clearance' dari Syahbandar

Korban selamat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dipeluk keluarganya di Pelabuhan Ketapang, Kamis (3/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTOKorban selamat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dipeluk keluarganya di Pelabuhan Ketapang, Kamis (3/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

KNKT juga mengusut port clearance atau Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh Syahbandar Pelabuhan Ketapang—Kementerian Perhubungan.

"Investigasi ini dimulai dari saat kapal berangkat. Ketika kapal berangkat, dikeluarkan SPB. Bagaimana proses pengeluaran SPB? Apakah persyaratan-persyaratan yang diperlukan di SPB, seperti kelaikan kapal, dokumen, semua sesuai dengan peraturan? Kita akan mencari bukti-buktinya," ujar Soerjanto.

Tidak Ada 'Beacon'

Tim SAR gabungan mencari korban karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Jumat (4/7/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOTim SAR gabungan mencari korban karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Jumat (4/7/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Menurut Soerjanto, seharusnya di kapal ada alat yang memancarkan beacon (sinyal). "Ketika kapalnya tenggelam, itu harus otomatis memancar. Nah, kemarin saya tanya teman-teman Basarnas, 'Tidak ada beacon itu'," katanya.

Soerjanto menyatakan akan mencatat kelemahan-kelemahan yang ditemukan ke dalam rekomendasi KNKT. "Agar kecelakaan dengan penyebab yang sama bisa kita hindarkan," ujarnya.

Read Entire Article