Populasi Jaguar di Meksiko berkembang pesat.
REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY – Populasi jaguar di Meksiko meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kelompok konservasi memperingatkan kucing terbesar di benua Amerika ini masih berada di ambang kepunahan.
Sensus terbaru Aliansi untuk Konservasi Jaguar Nasional (ANCJ) mencatat jumlah jaguar pada 2024 mencapai 5.326 ekor, naik 30 persen dibanding 2010. Sejak survei 2018, populasinya tumbuh 11 persen. “(Hasil ini) mengejutkan dan menggembirakan,” tulis ANCJ dalam laporannya, Jumat (29/8/2025).
Koordinator strategi ANCJ, Humberto Pena, menyebut luasnya kawasan lindung memungkinkan jaguar bergerak lebih bebas sehingga populasinya meningkat. Meski begitu, butuh pertumbuhan stabil 15 hingga 30 tahun agar spesies ini keluar dari status terancam punah.
Diperkirakan diperlukan lebih dari tiga dekade untuk mencapai populasi aman di angka 8.000 ekor. Ancaman utama jaguar datang dari kerusakan habitat, perburuan liar, perdagangan ilegal, hingga konflik dengan peternak.
Sensus menemukan populasi tertinggi berada di Semenanjung Yucatan dengan 1.699 ekor, disusul Pasifik Selatan 1.541 ekor, Meksiko Timur Laut dan Tengah 813 ekor, Pasifik Utara 733 ekor, serta Pantai Pasifik Tengah 540 ekor.
Survei dilakukan menggunakan 920 kamera sensor gerak di 15 negara bagian selama 90 hari. ANCJ mendesak pemerintah meningkatkan insentif untuk melindungi koridor jaguar dan menindak perdagangan bagian tubuhnya yang marak di media sosial.
“Kami ingin menyadarkan semua orang bahwa perlindungan jaguar adalah tanggung jawab bersama,” kata Pena.
sumber : Reuters