REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) mulai memberangkatkan relawan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla ke Palestina, Jumat (29/8/2025) malam. Sekitar 20 relawan yang terdiri dari dokter medis, aktivis kemanusiaan, publik figur, dan jurnalis, akan berlayar dalam misi akbar kapal kemanusiaan menembus blokade Gaza melalui Tunisia.
Para relawan ini akan bergabung dengan ratusan kapal kemanusiaan yang berasal dari 50-an negara pada 4 September mendatang di Laut Mediterania.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam momen bersejarah ini, di antaranya KH. Bachtiar Nasir, Muhammad Husein, Ikang Fawzi, dan Arie Untung. Bachtiar Nasir menegaskan bahwa pelepasan konvoi ini bukanlah sekadar perayaan, melainkan sebuah deklarasi kemanusiaan.
“Kita akan melepas dan terus mengawal perjalanan ini. Ini bukan perayaan biasa, ini adalah perayaan kemanusiaan yang akan menjadi tonggak sejarah. Sampai blokade Gaza dibuka, kita tidak akan berhenti,” kata dia, pada seremoni flag off Indonesia Global Peace Convoy, Jumat, (29/8/2025), di Gedung Granadi, Jakarta.
Sementara itu, Muhammad Husein, ketua IGPC, menyampaikan kesaksian sekaligus ajakan refleksi.
“Selama bertahun-tahun tinggal di Gaza, saya sering mendengar sindiran. ‘Di mana umat Islam yang 2 miliar ini?’. Kita pernah bangkit sejenak setelah Gaza digempur, tapi lalu kembali tertidur. Ketidakkonsistenan kitalah yang menjadi lampu hijau bagi Israel. Hari ini kita harus memilih: tidur lagi, atau terus berjuang sampai Palestina merdeka,” ungkapnya.
Husein menegaskan Global Sumud Flotilla hadir sebagai jawaban strategi baru perjuangan Palestina di mata dunia.
“Yang naik kapal ini bukan pahlawan. Tidak perlu dielu-elukan. Ini basic humanity. Ini gerakan fundamental agar kita layak disebut manusia!” ucap dia.
Sebagai salah satu lembaga yang turut mengirimkan perwakilan, Masjid Nusantara menegaskan komitmennya untuk selalu berada di garis terdepan dalam perjuangan kemanusiaan. Suryati, perwakilan Masjid Nusantara mengatakan kehadiran lembaganya dalam Indonesia Global Peace Convoy ini adalah bentuk nyata kepedulian umat Islam Indonesia terhadap rakyat Palestina.
"Ini bukan sekadar simbol solidaritas, tetapi aksi konkret melawan penjajahan dan blokade yang tidak manusiawi. Kami memastikan bahwa suara rakyat Indonesia terus menggema di panggung dunia: bersama Palestina sampai merdeka,” ujar Suryati.