Sopir Ojol Dilindas Mobil Brimob, Direktur PARA Syndicate: Rakyat Dianggap Ancaman

2 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

DIREKTUR Eksekutif PARA Syndicate Virdika Rizky Utama mengatakan tragedi ojek online atau ojol dilindas kendaraan taktis milik Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, merupakan cermin negara memandang rakyatnya. Sejak Orde Baru sampai saat ini, polisi menganggap rakyat sebagai ancaman.

"Tragedi Pejompongan bukan sekadar insiden tragis, bukan pula kecelakaan kebetulan. Ini adalah cermin telanjang dari bagaimana negara memandang rakyat sebagai ancaman," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat, 29 Agustus 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketika reformasi 1998, mahasiswa Trisakti gugur dan ratusan mengalami luka. Terjadi juga peristiwa Semanggi I serta II yang menelan korban jiwa. Kala itu, rakyat yang bersuara ditanggapi dengan gas air mata dan peluru.

Setelah reformasi dan pemisahan polisi dari militer, diharapkan lahir institusi sipil yang humanis. Namun, setelah dua dekade berlalu, polisi tetap menjadi alat kekuasaan. "Polisi tetap menjadi alat kekuasaan, bukan pelindung rakyat," ujar dia. 

Ada banyak bukti kepolisian menjadi alat kekuasaan. Pada 2019, mahasiswa dan pelajar yang menolak RUU pelemahan KPK dipukuli, ditendangi, hingga ditangkap massal. "Beberapa meninggal saat kejadian itu," ujar dia. 

Pada 2020, ketika rakyat menolak Omnibus Law, gas air mata kembali memenuhi jalan dan ribuan orang diseret ke tahanan. Di 2022, terjadi tragedi Kanjuruhan, Malang. Gas air mata yang dilakukan polisi menyebabkan seratusan orang meninggal dunia. 

"Sebanyak 135 suporter sepak bola tewas setelah polisi menembakkan gas air mata ke tribun penuh penonton," ujar dia. 

Kini, kata Virdika, tragedi terjadi di Pejompongan. Mobil Brimob melindas seorang pengemudi ojol. Gas air mata juga ditembakkan ke rumah susun, membuat anak-anak dan lansia sesak. Pola era Orde baru ini kembali berulang. "Aparat tak mampu membedakan siapa demonstran, siapa rakyat sipil. Semua dianggap ancaman. Semua dianggap musuh," kata dia. 

Menurut Virdika, tragedi ini hampir serupa dengan kejadian di Beijing pada 1989. Tank-tank Cina kala itu melaju ke arah mahasiswa yang menuntut demokrasi. Tubuh-tubuh muda ditindas besi. Ada satu sosok yang berdiri menghadang tank, seorang pria kurus tanpa senjata, yang kemudian dikenal sebagai Tank Man. "Hingga kini, Tiananmen menjadi simbol represi negara terhadap rakyatnya," ujar dia. 

Bagi Virdika, malam Pejompongan wajar disebut Tiananmen versi Indonesia. Bukan karena jumlah korban sama, melainkan karena logika kekuasaan yang identik. Di Beijing, rakyat ditindas dengan tank. Di Jakarta, rakyat ditindas dengan rantis. "Sama-sama kendaraan perang, sama-sama roda besi negara yang menggilas rakyat," kata dia.

Tragedi ini menjadi ironi karena gaji polisi berasal dari pajak rakyat. Rantis yang melindas ojek online itu dibeli dari APBN. Termasuk pajak bensin yang dibeli ojol itu sendiri, cicilan motor yang dibayarnya, potongan kecil dari setiap transaksi sehari-hari. 

"Korban ikut menyumbang untuk membeli kendaraan yang akhirnya merenggut nyawanya. Dia membantu menggaji polisi yang akhirnya melindas tubuhnya," kata dia. 

Virdika menilai tragedi Pejompongan bukan kecelakaan prosedural, melainkan bagian dari pola represi yang sistemik. Dia melihat masih ada sebuah impunitas yang berlangsung puluhan tahun. "Polisi bisa memukul, menembak, menendang, menggiring, bahkan melindas rakyat," ujar dia. 

Virdika mengatakan rakyat tidak boleh diam. Sebab diam berarti menyetujui. Diam berarti memberi izin pada roda baja itu untuk terus berputar. Bisa saja mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat lain menjadi korban. "Jika kita masih percaya pada martabat manusia, jika kita masih percaya bahwa republik ini lahir untuk melindungi segenap bangsa, maka kita harus berani berkata cukup," ujar dia. 

Pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis malam. Affan meninggal akibat dilindas kendaraan taktis atau rantis milik Brimob Polda Metro Jaya. Insiden ini terjadi saat polisi menghalau massa demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025, di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas kejadian itu. Ia menyebut musibah ini akan menjadi evaluasi untuk kepolisian dalam bertugas. “Kami akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi. Saya minta maaf kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojek online atas musibah yang terjadi,” ucap Sigit di depan ruang jenazah RSCM pada Jumat dini hari.

Alif Ilham Fajriadi berkontribusi dalam tulisan ini
Read Entire Article