
WARGA Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta merespons aksi unjuk rasa beberapa hari belakangan ini dengan memasang status bertuliskan pesan, Ayo Jaga Jogja Bebarengan (Ayo bersama-sama menjaga Jogja). Pesan tersebut ditampilkan dalam poster berlatar biru langit dan gambar Tugu Pal Putih serta bendera merah putih. Pada bagian atasnya terdapat lambang Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Pemkab Bantul, Pemkab Gunungkidul, Pemkab Kulonprogo, dan Pemkab Sleman. Poster tersebut juga dilengkapi dengan tagar #KabehSedulur, #JogjaAdemAyem, dan #JagaJogjaIstimewa.
Salah seorang warga yang melakukan perbaruan status adalah Baharudin Kamba pada pukul 12.22. Aktivis Jogja Police Watch ini melihat ajakan 'Ayo Jaga Jogja Berbarengan' sebagai bentuk menyikapi situasi aksi demo yang terjadi berbagai daerah termasuk di Yogyakarta, seperti di Mapolda DIY, pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) hari.
"Ajakan tersebut bagus dan layak diapresiasi, namun harus benar-benar diwujudkan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi khususnya warga Yogyakarta dan umumnya Warga Negara indonesia," kata dia.
"Apalagi Yogyakarta dikenal sebagai tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara," lanjut dia.
Baharuddin Kamba menegaskan, Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi semua warga, tak terkecuali rekan-rekan yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demo yang marak akhir-akhir ini terjadi diberbagai daerah termasuk DIY. Hal lain yang harus diperhatikan, ucap dia, adalah pemerintah tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
"Toh masyarakat juga beli kuota dari hasil kerja sendiri bukan meminta dari pemerintah secara gratis," tutur dia.
Ia mengingatkan, aparat keamanan juga harus memberikan keamanan bagi warga Yogyakarta dalam menyampaikan aspirasi. Jangan sampai aksi represif dari aparat terus terjadi terhadap para peserta demonstrasi.(M-2)